Batang hanya Punya 13 Truk Pengangkut Sampah, Begini Solusinya

Batang hanya memiliki 13 unit truk pengangkut sampah untuk mengakomodir sampah yang ada di wilayah Kabupaten Batang.

Batang hanya Punya 13 Truk Pengangkut Sampah, Begini Solusinya
tribunjateng/budi susanto
Bupati Batang Wihaji saat ditemui Tribunjateng.com di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang, Senin (27/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kurangnya armada untuk angkut sampah di kabupaten Batang menjadi kendala bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkut sampah dari beberapa daerah.

Pasalnya hingga kini Pemkab Batang hanya memiliki 13 unit truk pengangkut sampah, dan junlah tersebut untuk mengakomodir sampah yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Batang.

Adapun dari jumlah tersebut, 8 unit truk beroprasi di Kecamatan Batang, sedangkan 5 unit beriprasi di wilayah Pantura.

Sementara itu, untuk mengakomodir sampah yang ada di pelosok daerah ataupun di desa-desa yang ada di Kabupaten Batang. Pihak Pemkab sedang melakukan koordinasi dan berencana menambah unit ataupun sumber daya manusianya.

Dikatakan Bupati Batang Wihaji, lokasi-lokasi yang menjadi kritik masyarakat dan penumpukan sampah seperti pasar dan tempat-tempat umum akan menjadi fokus pembenahan Pemkan.

"Untuk unit pengangkut sampah memang kurang, maka dari itu kami berencana akan menambahnya. Kedepan kami akan menambah 2 unit truk pengangkut sampah dan 10 orang operatornya," kata Wihaji saat ditemui Tribunjateng.com di Desa Gemuh Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang, Senin (27/8/2018).

Pihaknya menginginkan, adanya sarana seperti box sampah di tempat publik agar mudah dipindahakan ke tempat pembuangan akhir.

"Kami ingin ada tempat untuk menampung sampah yang mudah dipindahkan di lokasi-lokasi publik. Kami harap permasalahan sampah segera terselesaikan karena sampah dan kebersihan merupakan pelayanan dasar untuk masyarakat," jelasnya.

Wihaji juga menyinggung terkait beberapa lokasi yang dijadikan pembuangan sampah sisa industri, dan pihaknya menghimbau agar oknum-oknum tersebut tidak mengulanginya.

"Kalaupun ada oknum tidak bertanggung jawab yang membuang sampah sisa industri kami akan melakukan peneguran, namun kami himbau terlebih dahulu. Karena jika musim penghujan sampah sisa industri akan mengganggu masyarakat sekitar," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved