Kapolresta Solo Sebut Ada Banyak Akun Medsos Memelintir Kasus Pengusaha Tabrak Pemotor

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo pun mewanti-wanti kepada masyarakat Solo agar tak memelintir kasus tersebut ke ranah isu SARA.

Kapolresta Solo Sebut Ada Banyak Akun Medsos Memelintir Kasus Pengusaha Tabrak Pemotor
Tribun jateng/akbar hari mukti
Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, Senin (27/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kasus pembunuhan yang dilakukan Iwan Adranacus (40) dengan menabrak Eko Prasetio (28) di Jalan KS Tubun, tepatnya di samping Mapolresta Solo, 22 Agustus 2018 sampai saat ini masih ditangani Polresta Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo pun mewanti-wanti kepada masyarakat Solo agar tak memelintir kasus tersebut ke ranah isu SARA.

Hal tersebut ia jelaskan saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Senin (27/8/2018).

Bahkan ia menjelaskan, hingga saat ini Polresta Solo menemukan sejumlah akun sosial media yang memelintir kasus tersebut ke arah SARA.

Tak cuma satu, menurut Kapolresta ada banyak akun yang memelintir kasus tersebut ke isu SARA.

"Ada banyak, detilnya tak bisa saya ungkapkan. Saat ini ada tim kami yang terus memknitor," jelasnya.

Ia menjelaskan, saat ini kondisi Kota Solo aman dan sejuk. Kombes Pol Ribut mengaku tak ingin adanya pihak-pihak tak bertanggungjawab yang memelintir kasus pembunuhan ini ke ranah SARA, membuat Kota Solo menjadi tak kondusif.

"Dari kemarin sampai hari ini terus kita cek kondisi Solo dan kondusif. Bila ada unjuk rasa dan aksi-aksi yang disebabkan karena isu sara terkait kasus tersebut, yang rugi masyarakat Solo sendiri," urai dia.

Lebih jauh Ribut berjanji akan menyelesaikan kasus ini setransparan mungkin. Ia juga akan terbuka menerima masukan dari berbagai masyarakat dalam penanganan kasus tersebut.

"Masukan-masukan yang sifatnya konstruktif kita terima dan kaji. Sepanjang itu bisa kita pakai untuk meningkatkan penyidikan, kita apresiasi," terangnya.

Ribut pun mengajak masyarakat bersama-sama mengawal kasus ini. Hal ini agar kasus dapat diselesaikan sebaik mungkin. Hingga saat ini sudah ada 13 saksi yang pihaknya mintai keterangan.

"Tak menutup kemungkinan terus bertambah," kata dia. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved