Liputan Khusus

Pedagang Burung Keberatan

Beberapa di antaranya adalah burung kicau yang banyak diminati penghobi, seperti murai batu, cucak ijo, jalak suren, kacer

Pedagang Burung Keberatan
tribunjateng/WAHYU SULISTYAWAN
ILUSTRASI- Pedagang burung di Jl Kartini Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM - Seorang pedagang burung di Pasar Hewan Karimata Semarang, Winardi merasa keberatan dengan Permen LHK terbaru No. P20/2018.

Menurut dia aturan itu tidak bermutu, karena ada beberapa hewan yang sebenarnya belum tergolong langka tapi masuk dalam daftar dilindungi.

Diketahui, aturan tersebut menetapkan sebanyak 921 jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi.

Baca: Live Streaming Final Bulutangkis Asian Games 2018 Pukul 12.00, Jojo Jonatan Cristie Vs Chou Taiwan

Jumlah jenis tumbuhan dan satwa dilindungi itu bertambah dibandingkan dengan aturan sebelumnya.

Beberapa di antaranya adalah burung kicau yang banyak diminati penghobi, seperti murai batu, cucak ijo, jalak suren, kacer, pleci, kenari, poksai, anis, robin, cucak rawa, dan jalak putih.

"Misalnya burung murai, cucak rawa bisa dikembangbiakkan. Sekarang banyak yang membudidayakan burung jenis itu. Kalau semua dilarang, pedagang jual apa?" ujarnya, kepada Tribun Jateng, akhir pekan lalu.

Ditemui di lapak dagangnya, Winardi bercerita, jalak suren yang dulu keberadaannya hampir punah sekarang menjamur karena banyak yang membudidayakan.

Bahkan, harganya tidak lagi mahal, mulai dari Rp 175 ribu per ekor.

Sejauh ini, menurut dia, diterbitkannya Permen LHK No. P20/2018 belum berpengaruh terhadap penjualan.

Masyarakat tetap banyak yang membeli burung yang masuk daftar seperti murai dan kacer.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved