Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Sudah 7 Tahun Jalan Desa Pretek Ini Rusak, Begini Tanggapan Bupati Wihaji

Sudah 7 Tahun Jalan Desa Pretek Batang Ini Rusak Parah. Kondisi jalan tak rata dan berdebu dikeluhkan warga

Penulis: budi susanto | Editor: iswidodo
tribunjateng/budi susanto
Warga Desa Pretek Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang harus melewati jalan rusak setiap harinya. 

Laporan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Warga Desa Pretek Kecamatan Pecalungan Kabupaten Batang harus melewati jalan rusak setiap harinya.

Kondisi jalan tak rata dan berdebu tersebut sering dikeluhkan warga bahkan warga sampai melaporkan ke pemerintah desa.

Namun hingga kini, tidak ada perbaikan sedikit pun yang dilakukan oleh pemerintah. Alhasil, masyarakat terpaksa melewati jalan dengan kondisi tak layak untuk beraktifitas setiap harinya.

Diterangkan Sugiyono (35) jalan tersebut merupakan jalan utama menuju ke daerah Bandar. Karena jika memutar akan memakan waktu hingga 1 jam.

"Ada 380 kepala keluarga yang setiap hari melintasi jalan ini, namun kondisinya memprihatinkan. Panjang jalan ini sekitar 15 kilometer, kalau naik kendaraan roda dua pasti saya berhenti di tengah karena punggung saya sakit. Bisa dilihat jalan kondisinya rusak parah," katanya saat didatangi Tribunjateng.com, Senin (27/8/2018).

Sementara itu Sopiah (50) menerangkan jika musim kemarau jalan berdebu dan jika musim penghujan jalan berlumpur.

"Dulu sampai warga memperbaiki sendiri jalan tersebut dengan membawa pasir dari sungai sekitar desa, namun karena bahan kurang jalan kembali rusak, kondisi jalan seperti ini hampir 7 tahun lamanya," terangnya.

Tak tahu harus berbuat apa, Sopiah bersama warga lainya hanya bisa menerima keadaan karena beberapa cara sudah dilakukan oleh warga untuk memperbaiki jalan tersebut.

"Desa-desa di Kacamatan Pecalungan jalannya sudah halus, hanya tinggal desa kami. Apa memang desa lain diprioritaskan sedangkan desa kami tidak," tutur wanita tersebut.

Adapun Bupati Batang Wihaji, akan mencoba berkoordinasi dengan pihak desa terkait pembangunan jalan tersebut.

"Kalau jalan desa berarti kewajiban pihak desa untuk memperbaiki, namun jika Pemerintah Desa Pretek tidak mampu nanti akan kami bantu dengan Bantuan keungan (Bankeu)," tegasnya.

Wihaji juga menerangkan, dalam pemberian Bankeu pihak pemerintah desa dan Kabupaten akan melakukan penyaringan.

"Jadi harus tepat sasaran, dan harus melalui penyaringan. Dalam arti yang benar-benar harus dibantu yaitu desa dengan kondisi jalan rusak," timpalnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved