Terminal Terboyo akan Ditutup, Begini Respon Para Awak Bus

Terminal Terboyo akan ditutup mulai Sabtu (1/9/2018). Seluruh armada di Terminal Terboyo akan dipindahkan sementara ke terminal lain.

Terminal Terboyo akan Ditutup, Begini Respon Para Awak Bus
tribunjateng/eka yulianti fajlin
Terminal Terboyo akan ditutup mulai Sabtu (1/9/2018). Seluruh armada di Terminal Terboyo akan dipindahkan sementara ke terminal lain. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Terminal Terboyo akan ditutup mulai Sabtu (1/9/2018). Seluruh armada di Terminal Terboyo akan dipindahkan sementara ke terminal lain.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka pembangunan dan perubahan fungsi menjadi fasilitas parkir angkutan barang Terboyo.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik mengatakan, bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan dialihkan sepenuhnya ke Terminal Mangkang. Sementara, bus antar kota dalam provinsi (AKDP) akan dipindahkan ke Terminal Penggaron.

"Sedangkan, angkot dan BRT nanti akan kami pindahkan ke Terminal Pasar Banjardowo," tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, banyak kalangan yang merasa keberatan dengan adanya penutupan Terminal Terboyo dan pemindahan armada ke Terminal Penggaron dan Mangkang.

Seorang sopir bus Adimulyo Tegal-Semarang, Ranoto, mengatakan, pemindahan ke Terminal Penggaron maupun ke Terminal Mangkang sangat memberatkan bagi para sopir bus. Pasalnya, hal tersebut dapat mengurangi pendapatan mereka.

"Sekarang di sini saja sepi sudah kalah dengan kereta. Apalagi kalau nanti AKDP dan AKAP disendirikan. Pendapatan kami bisa menurun drastis. Tidak bisa menutup setoran," ucap Ranoto, Selasa (28/8).

Menurutnya, Terminal Terboyo merupakan tempat yang strategis dan bisa menjangkau banyak sasaran seperti anak sekolah, anak kuliah, pekerja, pegawai, dan para penumpang yang transit dari arah Surabaya.

Selain menurunkan pendapatan, Ranoto mengatakan, penutupan Terminal Terboyo membingungkan para penumpang.

"Anak sekolah atau kuliah yang biasa naik bus atau BRT misalnya, terus akan ke Surabaya, mereka harus transit sana sini perjalanannya," jelas sopir bus asli Tegal itu.

Pengurus Bus Adimulyo, Tuhiman, menyayangkan Terminal Terboyo ditutup. Dia mengatakan terminal yang dahulu menjadi nomor satu di Indonesia kini tidak dihiraukan bahkan akan ditutup oleh Pemerintah Kota Semarang.

"Mengapa Semarang tidak punya terminal yang baik, punya Terminal Terboyo ini malah diombang-ambingkan. Padahal Terminal Solo, Pekalongan, Tegal, terminal daerah lainnya bagus. Semarang sebagai kota provinsi malah terminalnya seperti ini," tandas Tuhiman.

Jika memang terminal harus dipindahkan, Tuhiman meminta agar Pemerintah Kota Semarang menyediakan tempat sebaik mungkin.

"Sekarang ini pemerintah belum menyediakan tempat yang baik, tempatnya masih ecek-ecek, kurang memadai, terlalu sempit," ujarnya.

Dia juga meminta AKDP dan AKAP tetap ditempatkan di satu tempat. "Kalau memang terpaksa harus dipindahkan ya jadi satu tempat saja tidak usah dipisah karena memang sangat mempengaruhi banyaknya penumpang," ungkapnya. (*)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved