Breaking News:

Seminar Pendidikan di UMK Hadirkan Praktisi dari Enam Negara

Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan seminar internasional selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu (28-29/8/2018).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan seminar internasional selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu (28-29/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Universitas Muria Kudus (UMK) menyelenggarakan seminar internasional selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu (28-29/8/2018).

Seminar bertajuk Inovation of Education to Improve Character Values for Children turut menghadirkan praktisi pendidikan dari enam negara.

Kegiatan itu diprakarsai oleh empat program studi (prodi) UMK, yaitu Magister Pendidikan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Seminar ini rupanya menyita animo dari berbagai kalangan. Mereka yang datang sebagai peserta tidak hanya dari Kudus saja, tapi dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Adapun enam praktisi pendidikan yang didatangkan sebagai narasumber meliputi prof. Dr. Vaugelers dari Belanda, Prof. Dr. Aida Surya M.Yunus dari Universitas Putra Malaysia, Dr. Takayo Ogisu dari Nagoya University Japan, Christopher Drake dari Hongkong, dan Dr. Suparnyo, MS yang merupakan rektor UMK. Selain itu, juga diikuti sebanyak 85 pemakalah yang memaparkan gagasan masing-masing.

Sekretaris kegiatan Henry Suryo Bintoro mengatakan, narasumber dari enam negara itu meliliki latar keahlian pendidikan yang berbeda.

Sehingga, materi-materi yang disampaikan diharapkan dapat saling menjadi rujukan dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya di lingkup perguran tinggi. Sebab, antar-materi satu dan lainnya memiliki keterkaitan.

"Kegiatan ini untuk pengembangan pembelajaran dan pendidikan," katanya.

Selain itu, lanjut Henry, seminar internasional itu juga bertujuan untuk membuka serta memperkuat jaringan kerjasama dengan universitas di negara lain.

Misalnya, melalui program pertukaran mahasiswa asing dan lain sebagainya.

Beberapa tahun terakhir, kampus yang mempunyai slogan cultur university itu telah rutin menjalankan program pertukaran mahasiswa. Di antaranya dengan kampus di Malaysia dan Thailand.

“Saat ini baru dua negara. Ke depan, ada arah kerjasama pertukaran mahasiswa ke negara lainnya. Khususnya dari negara pemateri seminar ini,” kata dia.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved