Sidang Penipuan Investasi Berlanjut, Fafa Hadirkan Saksi dari Petugas Bea Cukai

Sejumlah saksi dihadirkan di hadapan majelis hakim, untuk memberikan kesaksiannya. Seperti, petugas Bea Cukai, Bandara Soekarno Hatta

Sidang Penipuan Investasi Berlanjut, Fafa Hadirkan Saksi dari Petugas Bea Cukai
Tribun Jateng/Hesty Imaniar
Suasana sidang lanjutan, perkara penipuan antara korban Siti Kholifah atau Fafa, dengan terdakwa Mutiara Ayu Santara, di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (28/8/2018).   

"Jadi, bukan saya yang menawarkan, tetapi saya pernah bertemu terdakwa, dan terdakwalah yang menawarkan handphone kepada saya," imbuhnya.

Sementara itu, dikatakan oleh saksi ketiga, yakni Fitri yang merupakan seorang mahasiswa, rekan dari korban, Fafa, menjelaskan jika ia pernah dimintai tolong oleh Fafa untuk bertemu terdakwa Mutiara.

"Waktu itu, Fafa bilang saya diminta ketemu terdakwa, untuk mengambil pesanan handphone, namun terdakwa tidak kunjung datang," katanya.

Perkara tersebut, mencuat setelah terdakwa Mutiara, memiliki hutang kepada Fafa, sebesar Rp 57 juta.

Ketika Fafa akan menagihnya, terdakwa mengaku tidak memiliki uang, dan akhirnya korban pun meminjamkan uang kembali, sebagai modal usaha bisnis handphone.

Modal usaha itu, untuk membeli handphone pesanan dari temannya, yang bernama David Hariston alias Uda Dave, yang kemudian korban, Fafa kembali memberikan pinjaman itu.

Terdakwa juga menjanjikan, apabila mendapatkan keuntungan maka modal akan dikembalikan dan digunakan untuk membayar hutang kepada Fafa.

Dengan iming-iming itu, korban Fafa percaya dan memberikan uang lagi.

Namun, buah yang didapat Fafa tidaklah manis, dimana uang tersebut tidak jelas ke mana, sehingga membuat Fafa menanyakan kepada David Hariston melalui telepon, dan dijelaskan oleh David bahwa dia tidak pernah memesan barang berupa handphone melalui Mutiara.

Akibat perbuatan terdakwa, korban Fafa mengalami kerugian berupa uang tunai sebesar Rp 229 juta. Nilai itu, adalah nilai yang bisa dipidanakan sedangkan total uang yang dibawa oleh terdakwa, mencapai Rp 415 juta.

Hal itu dikarenakan, korban Fafa melalui bukti pesan di WhatsApp, sering kali melakukan transfer ke terdakwa, bahkan hampir setiap hari dengan nominal tidak sedikit.

Mutiara Ayu Santara sendiri didakwa telah melanggar Pasal 378 KUHP tentang penipuan, atau dakwaan kedua diancam pidana Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.(hei)

Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved