Wigati Sunu Janji Rehabilitasi IPAL RPH Ambarawa

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengamini apa yang menjadi keluhan warga Kupang Kidul

Wigati Sunu Janji Rehabilitasi IPAL RPH Ambarawa
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Sudah Lama Warga Kupang Kidul Keluhkan Hasil Limbah RPH Ambarawa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang Wigati Sunu mengamini apa yang menjadi keluhan warga Kupang Kidul Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang.

Dia bahkan tidak menampik apabila limbah hasil dari aktivitas di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ambarawa tersebut telah berakibat pada dugaan pencemaran lingkungan, khususnya di aliran Kali Petung Kecamatan Ambarawa yang berada tepat di belakang RPH itu.

“Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) RPH Ambarawa itu kami bangun pada 2012 lalu. Tujuannya untuk dapat mengurangi dampak pencemaran. Namun, ternyata dalam perjalanannya, keberadaan IPAL tersebut belum optimal,” kata Wigati.

Kepada Tribunjateng.com, Rabu (29/8/2018), dia menyampaikan, lokasi IPAL yang berada tepat di tepian Kali Pentung tersebut ketika musim penghujan sebagian konstruksi mengalami kerusakan, terkikis. Sehingga ada di beberapa titik yang jebol.

“Akibatnya, IPAL tersebut tidak berfungsi optimal. Dan limbah dari RPH itu masuk ke aliran sungai karena ada bagian yang ambrol pada IPAL tersebut. Mendengar keluhan itu, kami pun sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang,” tandasnya.

Bahkan, lanjutnya, bersama DLH Kabupaten Semarang telah mengecek secara langsung di lokasi IPAL RPH Ambarawa tersebut.

Dimana secara prinsip, IPAL tersebut harus segera diperbaiki, direhabilitasi. Sebab bagaimanapun IPAL tersebut perlu ada penambahan instalasi pula sehingga limbah dapat diminimalisir.

“Dari sisi konstruksi bangunan IPAL termasuk juga proses pembuangan limbah hasil aktivitas di RPH itu harus diperbaiki. Ini sebagai bagian dari evaluasi kami. Jika RPH nya yang direhabilitasi, kami tidak bisa. Karena itu bangunan cagar budaya (BCB),” tukas Wigati.

Direncanakan, tambahnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menyampaikan kepada Bupati Semarang untuk memaparkan rencana-rencana yang bakal dilakukan pihaknya sesuai rekomendasi DLH Kabupaten Semarang.

“Satu di antaranya kami akan membangun bak penampungan sementara. Ukurannya sekitar 3x3 meter. Kemungkinan ada 2 bak. Satu untuk limbah cair dan satunya lagi yang padat. Itu sebatas sementara sembari menanti proses perbaikan IPAL. Jika IPAL kami perluas tidak bisa, karena lahan yang tersedia sangat sempit,” tuturnya.

Seperti diinformasikan sebelumnya, pencemaran lingkungan diduga dilakukan RPH Ambarawa.

Warga di Lingkungan Kupang Tegal Bulu Kelurahan Kupang Kidul Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang pun mengeluhkannya.

Pencemaran yang dikeluhkan warga tersebut adalah adanya limbah hasil penyembelihan hewan ternak dari RPH yang berada di belakang Pasar Projo Ambarawa Kabupaten Semarang itu.

Limbah tersebut pun langsung mengalir di aliran sungai --Kali Pentung--. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved