Breaking News:

Dorong Pariwisata Semarang, Anggota DPR Minta Penerbangan Internasional di Bandara A Yani Ditambah

Anggota Komisi X DPR RI, A Mujib Rohmat, mendorong destinasi wisata di Kota Semarang agar terus dikembangkan.

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Air Traffic Control (ATC) Airnav Indonesia Bandara Ahmad Yani Semarang tengah bertugas mengendalikan lalu lintas penerbangan, Kamis (9/8/2018). 

Dijelaskannya, setiap tahun sekurangnya 7 ribu warga Jateng melakukan ibadah umroh. Dengan keberadaan Bandara Ahmad Yani yang mumpuni, ia yakin kerjasama ini akan terwujud.

Namun demikian ia berharap, pelaku usaha pariwisata di Semarang dan Jateng pada umumnya juga mulai dapat membuka paket-paket wisata agar turis dari Arab dan sekitarnya bisa datang ke Semarang.

Apalagi, di Semarang dan beberapa daerah di Jawa Tengah memiliki destinasi wisata religi.

"Destinasi wisata religi, diakui atau tidak itu memiliki daya pikat yang sempurna. Kita punya MAJT dan destinasi wisata halal lainnya. Selain itu keberadaan Borobudur juga mampu menjadi daya tarik mereka untuk datang ke Jateng," paparnya.

Mujib menegaskan, pariwisata telah menjadi penyumbang devisa terbesar kedua bagi negara.

Laju pertumbuhan pertahunnya bahkan mencapai 22,4 persen, dimana sektor ini dapat menyumbang devisa sebesar Rp 203 triliun di tahun 2017.

"Di tahun 2019, sudah ditetapkan target 20 juta wisman dengan sumbangan devisa mencapai Rp 280 triliun. Kami di Komisi X DPR sangat mendukung langkah pemerintah ini," tambahnya.

Sementara itu, Asdep Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Kemenpar RI, Indra Ni Tua mengungkapkan, di 2014 lalu, sektor pariwisata hanya mampu menjadi penyumbang terbesar keempat negara.

Namun setelah itu, sektor pariwisata terus menunjukkan tajinya dengan menduduki peringkat dua penyumbang devisa negara.

Pariwisata, imbuhnya, telah mampu menjadi penggerak ekonomi warga. Karenanya, pihaknya berharap Bimtek ini mampu melahirkan masterplan wisata yang saling terintegrasi.

"Jika masterplan pengembangannya sudah baik, nanti dari beberapa kementrian akan saling mengeroyok anggarannya tidak hanya dari Kemenpar. Misal untuk infrastruktur bisa ke Kemen PUPR dan sebagainya," katanya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved