Musim Kemarau

Musim Kemarau Bawa Berkah bagi Peternak Bebek Brebes

Musim kemarau membawa berkah karena produktifitas telur bebek meningkat. Telur tersebut yang nantinya menjadi telur asin

Musim Kemarau Bawa Berkah bagi Peternak Bebek Brebes
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Musim kemarau justru membawa berkah, karena produktifitas telur itik atau bebek meningkat. Telur tersebut yang nantinya menjadi bahan baku pembuataan telur asin khas Brebes. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Musim kemarau mendatangkan berkah bagi peternak itik atau bebek di Brebes.

Bagi mereka, musim kemarau justru membawa berkah, karena produktifitas telur itik atau bebek meningkat. Telur tersebut yang nantinya menjadi bahan baku pembuataan telur asin khas Brebes.

Seperti yang dialami para peternak itik yang tergabung dalam kelompok Ternak Itik Adem Ayem Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Brebes.

Anggota kelompok ternak itik, Sakim (55) menuturkan para peternak bebek sejak memasuki musim kemarau, produktifitas telur bebek meningkat hingga lebih 20 persen.

"Meningkatnya produksi telur bebek itu karena didukung cuaca yang stabil. Suhu udara tidak naik turun, sehingga membuat bertelor bebek menjadi stabil dan cenderung meningkat," terang Sakim, Kamis (30/8/2018).

Poduksi telur perekor bebeknya meningkat. Kini dari jumlah bebeknya sebanyak 400 ekor mampu bertelur 325 butir perharinya.

Ia menambahkan, masih bisa meraup keuntungan dengan harga jual telur dari Rp2.000- Rp2.100 perbutirnya.

"Bersyukur, masih ada keuntungan lumayan untuk biaya operasional pemeliharaan bebek," ujarnya.

Meskipun demikian, ia mengeluhkan harga bekatul yang sebagai pakan utama bebek naik menjadi Rp 1.800 perkilogram yang awalnya hanya Rp 1.500.

Sementara, Ketua Kelompok Ternak Itik Adem Ayem, Atmo Suwito, mengatakan rata- rata peternak bebek mengalami keuntungan lantaran produktivitas telur bebek naik.

"Sejak musim kemarau ini, produksi telur naik hingga 85 persen dari, biasanya hanya 60 persen. Misalnya, sebelum kemarau dari 100 bebek hanya ada 60 bebek yang bertelur setiap harinya, kalau saat kemarau mencapai 85 ekor bebek yang bertelur," jelas Atmo.

Yang menguntungkannya lagi, kata dia, saat ini sedang musim hajatan sehingga banyak orang yang mencari telur bebek untuk dijadikan telur asin sebagai satu hidangan dalam penyelenggaraan hajatan.

"Telur bebek asal Brebes kan banyak dicari bukan hanya dari warga lokal, tapi juga dari luar daerah," ujarnya.

Seperti diketahui, Brebes dikenal sebagai sentra ternak itik atau bebek terbesar di Jateng, bahkan tingkat nasional. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved