Serikat Pekerja Transportasi Terminal Terboyo Keberatan Jika Harus Pindah

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan menutup total Terminal Terboyo, Sabtu (1/9/2018) besok.

Serikat Pekerja Transportasi Terminal Terboyo Keberatan Jika Harus Pindah
tribunjateng/m zainal arifin
Sejumlah bus AKAP terparkir di Terminal Terboyo sembari menunggu penumpang, Selasa (28/8/2018). Rencananya, Dishub Kota Semarang akan menutup terminal tersebut dan mengalihkan bus ke Terminal Mangkang untuk AKAP dan Terminal Penggaron untuk AKDP. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan menutup total Terminal Terboyo, Sabtu (1/9/2018) besok. Penutupan tersebut dikarenakan pembangunan terminal usai beralih status menjadi tipe C, akan dimulai.

Sekertaris Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) Unit Terminal Terboyo, Joko Abdul Hafid mengatakan, adanya penutupan Terminal Terboyo memaksa seluruh bus pindah ke terminal yang sudah ditentukan. Meskipun sebenarnya para awak bis merasa keberatan dengan kepindahan tersebut.

"Salah satu keberatan kami adalah karena waktu tempuh yang tentu akan berubah dan lebih lama. Padahal kan bus itu dari perusahaannya sudah ada time table sampai di Terboyo jam berapa dan lainnya," kata Joko ketika dihubungi Tribun Jateng, Rabu (29/8/2018).

Joko menambahkan, dengan bertambahnya jarak tempuh, hal ini memungkinkan sopir bus memilih untuk tidak masuk ke Terminal yang ditentukan. Sebab, lamanya perjalanan akan terkena resiko tidak bisa mengambil penumpang pada pemberangkatan berikutnya.

"Jadi banyak kemacetan di jalan kemudian mereka banyak yang tidak bisa mengambil penumpang di terminal akhirnya mereka akan ngetem di tempat-tempat yang merupakan kantong penumpang," terangnya.

Kondisi seperti ini, lanjutnya, tentu saja akan menimbulkan persoalan lain yakni kemacetan. Di sisi lain, pihaknya menilai pemindahan ini terlalu dipaksakan. Sebagai contoh, pemindahan PKL Terboyo ke Pasar Banjardowo yang tidak dapat menampung seluruh pedagang Terminal Terbiyo yang jumlahnya sekitar 216 PKL.

Selain tidak cukup menampung, proses pemindahan juga harus menunggu persiapan yang ada di Pasar Banjardowo. Persiapan yang dimaksud antara lain pembangunan shelter BRT Trans Semarang di depan pasar tersebut yang bertujuan untuk menghidupkan pasar Banjardowo.

"Kami berharap agar Pemerintah dapat menunda pemindahan. Termasuk kaji ulang jam perjalanan bagi bus-bus besar. Kalau tetap dipaksakan ya pasti akan ada tuntutan, karena kemarin saat rapat itu kan dari beberapa perusahaan sempat mengajukan pertanyaan tapi belum ditanggapi," ujarnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved