Ngopi Pagi

FOKUS: Pejuang Jateng di Asian Games

Dalam sukses prestasi Indonesia di Asian Games 2018, ada nama-nama pejuang olahraga asal Jateng di sana.

Penulis: muslimah | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/bram
Muslimah wartawan tribunjateng.com 

Oleh Muslimah

Wartawan Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM --  Dalam sukses prestasi Indonesia di Asian Games 2018, ada nama-nama pejuang olahraga asal Jateng di sana.

Hingga Kamis (30/8), Indonesia masih menempati empat besar perolehan medali Asian Games dengan mengumpulkan 30 emas. Jumlah tersebut terpaut jauh dari torehan negara lain di kawasanAsia Tenggara.
Yang terdekat adalah Thailand dengan 9 emas. Negeri Gajah Putih kemarin masih di posisi sepuluh besar.

Sementara Vietnam, Malaysia dan Filipina sama mengumpulkan 4 emas, masing-masing di urutan 13, 15 dan 17.

Meski Asian Games masih menyisakan dua hari lagi, perolehan medali emas Indonesia tampaknya tidak akan terkejar oleh negara Asia Tenggara lain.

Tak salah jika Indonesia disebut memecahkan rekor sebagai negara Asia Tenggara pengumpul medali emas terbanyak Asian Games, mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Thailand dengan 24 emas, saat mereka menjadi tuan rumah di tahun 1998.

Bagaimana dengan sumbangsih Jateng? Daerah ini sejak dulu tak pernah absen memberikan kontribusinya. Baru dua hari Asian Games 2018 berlangsung, dua emas sudah disumbang daerah ini dari nomor downhill putra-putri atas nama Khoiful Mukhib dan Tiara Andini Prastika.

Jangan lupakan pula atlet panjat tebing yang mendapat julukan spiderwomen sejak menjadi juara dunia di China Mei lalu, Aries Susanti Rahayu. Di Asian

Games ia bisa disebut sebagai yang tersukses karena menjadi satu-satunya atlet yang menyumbang dua medali emas untuk Indonesia di nomor speed putri dan speed relay putri.

Total pada Asian Games 2018 Jateng memberangkatkan 58 atlet untuk membela merah putih. Mereka antara lain juga berkontribusi pada sejumlah emas nomor beregu seperti di cabang paralayang nomor ketepatan mendarat putra.

Di situ ada atlet Jateng seperti Hening Paradigma dan Thomas Widhianto. Belum lagi di cabang bulutangkis di mana ada sumbangsih PB Djarum Kudus hingga cabang bridge dimana Jateng diwakili Bambang Hartono yang juga tercatat sebagai atlet tertua di Kontingen Indonesia.

Tak heran jika Gubernur terpilih Jateng, Ganjar Pranowo, sangat bangga terhadap prestasi para atletnya. Ia bahkan optimistis prestasi tersebut akan berlanjut ke Olimpiade Tokyo 2020.

"Selanjutnya mereka akan dipersiapkan ke Olimpiade," kata Ganjar.

Peluang prestasi terbesar atlet Jateng mendulang prestasi di Tokyo ada pada Aries Susanti yang sudah pernah menang di kejuaraan dunia. Beruntung, di Tokyo, untuk kali pertama Panjat Tebing akan dipertandingkan di Olimpiade.

Namun sukses prestasi atlet Jateng bukan tanpa kekurangan. Selalu ada sisi positif dan negatif di dunia ini. Tanpa bermaksud mengecilkan kerja keras selama ini, daerah ini sebagai misal minim atlet di sejumlah cabang bergengsi yang banyak menyediakan medali. Sebut saja atletik dan akuatik.

Di cabang pencak silat dimana Indonesia meraih 14 emas, gaung Jateng juga sangat minim. Padahal beberapa tahun lalu kita banyak menghasilkan pesilat yang berprestasi hingga kejuaraan dunia. Plus minus tersebut bisa menjadi acuan agar kita semakin berprestasi. Yang pasti, selamat bagi para atlet Jateng yang telah memberikan yang terbaik. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved