Tangkal Radikalisme, Abdurrahman Masud Minta IAIN Pekalongan Terapkan Faham Islam Moderat

Selain ancaman radikalisme, pihaknya menambahkan, mayoritas pergurian tinggi Islam mengajarkan ilmu hafalan ke mahasiswa

Tangkal Radikalisme, Abdurrahman Masud Minta IAIN Pekalongan Terapkan Faham Islam Moderat
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Penyerahan cindra mata dari IAIN Pekalongan ke Balai Diklat dan Litbang Kemenag RI dalam acara studium general dan pengukuhan mahasiswa baru, Jumat (31/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ribuan mahasiswa berkumpul di Kampus 1 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pekalongan, mereka berkumpul dalam acara studium general dan pengukuhan mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019.

Selaian pengukuhan mahasiswa baru, dalam acara tersebut para mahasiswa juga ditanamkan faham Islam moderat guna menangkal radikalisme yang bisa kapan saja mempengaruhi para pelajar.

Di depan ribuan mahasiswa IAIN, Abdurrahman Masud, Kepala Balai Diklat dan Litbang Kemenag RI, menuturkan, berdasarkan hasil penelitian di tahun 2013, menunjukan 10 persen mahasiswa perguruan tinggi di Indonesia memiliki potensi terpapar radikalisme. Hal tersebut, disumbang dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan intoleran.

"Hal tersebut harus diwaspadai oleh para pengajar maupun orang tua para mahasiswa. Dengan menanamkan Islam moderat kami yakin mampu menangkal faham radikalisme, tentunya dengan pola dialog yang lebih persuasif," katanya, Jumat (31/8/2018).

Selain ancaman radikalisme, pihaknya menambahkan, mayoritas pergurian tinggi Islam mengajarkan ilmu hafalan ke mahasiswa yang terbilang umum, dan tidak diimbangi tindakan apliklatif.

"Sekarang ini memasuki masa revolusi industri. Oleh sebab itu, perguruan tinggi mau tidak mau harus mengikutinya. Satu di antaranya dengan mengajarkan para pelajar cara menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM), sehingga dapat menjawab tantangan dunia modern," paparnya.

Adapun Rektor IAIN Pekalongan Ade Dedi Rohayana menyatakan setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di IAIN diwajibkan mematuhi visi misi kampus yakni nasionalis atau kecintaan terhadap NKRI.

"Kami yakin paham-paham radikal maupun intoleran dapat ditangkal dengan ajaran nasionalis. Kami ingin menjadikan para mahasiswa sebagai generasi yang memiliki spiritulitas baik, dengan memberikan bekal kerohanian maupun kepribadian," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved