Pilpres 2019

Tim Penasihat Menyarankan Prabowo Subianto Lebih Kalem saat Berbicara di Depan Publik

Bakal calon presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta lebih kalem saat berbicara ke publik.

Tim Penasihat Menyarankan Prabowo Subianto Lebih Kalem saat Berbicara di Depan Publik
Kompas.com/MAULANA MAHARDHIKA
Calon presiden Prabowo Subianto menyapa para pendukungnya seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bakal calon presiden yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta lebih kalem saat berbicara ke publik.

Prabowo mengungkapkan, permintaan itu disampaikan tim penasihatnya.

"Bapak kalau bicara harus kalem Pak, Bapak bakal calon presiden, jangan menggebu-gebu, jangan meledak-ledak, itu nasihat semua," katanya saat memberikan sambutan selama 1,5 jam dalam bedah buku karyanya "Paradoks Indonesia" di Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Dilansir dari Kompas.com, Prabowo mengaku sulit untuk memenuhi permintaan tersebut. Menurut mantan Danjen Kopassus itu, dirinya seperti tak bisa untuk bicara lebih kalem. Apalagi saat harus bicara di depan masyarakat.

Terlebih, kata Prabowo, dirinya lebih suka bicara apa adanya. Dia mengaku tak setuju dengan upaya untuk memperhalus kata yang biasanya dilakukan oleh sejumlah elite.

Misalnya, dia mencontohkan, kata-kata prasejahtera yang menggantikan kata miskin.

Selain itu, juga kata kurang gizi untuk mengganti kata kelaparan.

Dalam acara tersebut hadir, mantan Menteri Penerangan Yunus Yosfiah, Ekonom Senior Rizal Ramli, politikus Gerindra yang juga mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazir, dan mantan Gubernur BI yang kini juga berkiprah di Gerindra Burhanuddin Abdullah, serta ibunda Sandiaga Uno, Mien Uno.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Mengaku Diminta Tim Penasihat untuk Lebih Kalem saat Bicara", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/01/23010401/prabowo-mengaku-diminta-tim-penasihat-untuk-lebih-kalem-saat-bicara.

Editor : Krisiandi

Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved