30 Poster Antihoaks Dipamerkan di Arena CFD Kudus

30 Poster Antihoaks Dipamerkan di Arena CFD di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (2/9/2018) yang digelar oleh PWI dan Polres

30 Poster Antihoaks Dipamerkan di Arena CFD Kudus
tribujateng/rifqi gozali
30 Poster Antihoaks Dipamerkan di Arena CFD di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (2/9/2018) yang digelar oleh PWI dan Polres 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ada yang berbeda pada gelaran Car Free Day (CFD) di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (2/9/2018). Kali ini 30 poster terpasang pada sekesel yang dijejer rapi.

Poster warna-warni itu sarat akan pesan positif. Semuanya bernada sama. Seolah mengajak siapapun yang melihatnya agar tidak menjadi bagian dari penyebaran informasi hoaks. Selain itu, agar tidak mudah percaya oleh informasi hoaks.

Poster yang dipamerkan ini menarik animo masyarakat untuk sekadar melihat, menyimak, dan mencerna pesan yang terkandung. Satu di antaranya yakni Faqih Mansyur Hidayat.

Pemuda berusia 22 tahun ini selain tertarik dengan pesan yang ada, juga tertarik dengan desain yang menurutnya menarik. Sebab, adanya pameran yang melibatkan masyarakat sebagai pembuat poster, hal itu dinilai bahwa sejatinya ada bagian dari masyarakat yang sangat tidak ingin ada penyebaran informasi yang tidak benar atau hoaks.

"Masyarakat sudah aktif untuk ikut menyemarakkan anti-hoaks. Ini bagus, karena saat ini susah membedakan informasi mana yang benar mana yang tidak benar. Jadi, harus pandai memilih," kata Faqih.

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Bupati Kudus, Riena Retnaningrum, juga menyempatkan untuk mampir melihat poster yang dipamerkan. Menurutnya, kegiatan ini merupakam kegiatan positif. Apalagi di era digital saat ini perkembangan media sosial begitu cepat. Kontan, informasi sangat mudah tersebar luas termasuk hoaks.

"Maka dengan itu, semua harus terlibat dalam melawan hoaks. Baik pemerintah maupun masyarakat. Harus ada kerja sama semua lini," kata Riena.

Bentuk perlawanan yang dilakukan yang harus dilakukan, katanya, di antaranya dengan menyaring dan tidak menerima informasi secara mentah. Sehingga tidak menimpulkan provokasi.

Pameran ini merupakan bentuk kerja bareng antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kudus dana Polres Kudus.

Ketua PWI Kudus Saiful Annas berujar, pameran poster ini merupakan penutup serangkaian acara yang digelar sejak beberapa waktu lalu.

Poster terkumpul merupakan hasil kreatifitas peserta lomba. Selain poster, pihaknya juga meliputi lomba menulis surat pendek untuk polisi, lomba desain poster, dan sosialisi UU-ITE dan literasi media. Sebab, dalam dua tahun terkahir pihaknya memang fokus dalam memerangi informasi hoaks.

"Poster yang kami pamerkan berasal dari 30 nominator terbaik. Total ada 90 karya yang kami terima. Tidak hanya berasal dari Kudus saja, tapi banyak juga dari luar daerah. Seperti Tanggerang, Solo, Bandung,Temanggung, dan lainnya," katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved