Breaking News:

Jalan Sehat di Bulustalan Disusupi Kampanye Bacaleg, Ini Kata Bawaslu Kota Semarang

Warga Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, menggelar jalan sehat dalam rangka peringatan HUT ke-73

Penulis: m zaenal arifin | Editor: galih permadi
ISTIMEWA
jalan sehat bulustalan disusupi kampanye 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Warga Kelurahan Bulustalan, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, menggelar jalan sehat dalam rangka peringatan HUT ke-73 RI, Sabtu (1/9/2018).

Akan tetapi jalan sehat tersebut menjadi ajang kampanye seorang bakal calon legislatif (Bacaleg) dari PDIP.

Lurah Bulustalan, Burhan Arifin mengatakan, pihaknya memang memberikan izin jalan sehat yang diajukan warga. Bahkan, ia juga memfasilitasi terselenggaranya jalan sehat tersebut.

"Awalnya saya tidak tahu kalau ada unsur kampanye di situ. Saya hanya diberitahu kalau ada yang menjadi sponsor. Karena untuk kepentingan warga, ya saya fasilitasi," kata Burhan, Minggu (2/9/2018).

Sekitar 290-an warga Kelurahan Bulustalan mengikuti jalan sehat. Warga menerima doorprize berbagai jenis barang elektronik. Bahkan, setiap doorprize yang diterima sekaligus tertempel poster seorang Bacaleg dari partai berlambang banteng moncong putih.

"Saya tidak keberatan dan tidak melarang. Justru saya senang karena warga bisa guyub mengikuti jalan sehat. Terlepas dari itu, Bacaleg yang menjadi sponsor merupakan warga Bulustalan sendiri," terangnya.

Burhan mengaku ada komplain dari warga adanya jalan sehat bermuatan kampanye tersebut. Meski demikian, ia tidak menanggapinya serius. Ia menyatakan bersedia dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang jika dirinya dianggap bersalah memberikan izin dan memfasilitasi jalan sehat tersebut.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Semarang, M Amin mengatakan, hingga saat ini pihaknya tidak menerima adanya laporan kegiatan jalan sehat tersebut. Namun, ia menyayangkan adanya Bacaleg yang sudah melakukan kampanye perorangan meski statusnya masih calon sementara.

"Sebenarnya belum masa kampanye saat ini karena masa kampanye sesuai jadwal KPU adalah 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Tapi saat ini memang sedang marak dan dimanfaatkan oleh Bacaleg yang belum juga ditetapkan menjadi calon tetap," kata Amin saat dikonfirmasi melalui telepon.

Ia menjelaskan, saat ini tahapan yang baru boleh dilakukan adalah sosialisasi partai dan sifatnya internal di dalam gedung dengan membawa lambang partai sebagai sosialisasi. Sedangkan untuk kampanye yang dilakukan perorangan oleh Bacaleg, belum diperbolehkan.

Untuk saat ini, ia kesulitan jika harus melakukan penindakan. Ia beralasan karena pengertian kampanye harus akumulatif ada gambar calon, logo dan nomor urut partai juga visi misi serta ajakan dari Bacaleg.

"Kami sudah berkirim surat ke DPC dan PAC Parpol se-Kota Semarang. Isinya terkait larangan kampanye Bacaleg dan sosialisasi partai yang diperbolehkan," tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved