Asian Games 2018

Indonesia Raih 31 Medali Emas, Prestasi Terbaik Sepanjang Sejarah Asian Games

Indonesia Raih 31 Medali Emas, Prestasi Terbaik Sepanjang Sejarah Asian Games. Asian Games 2018 sudah resmi ditutup, Minggu (2/9) malam.

Indonesia Raih 31 Medali Emas, Prestasi Terbaik Sepanjang Sejarah Asian Games
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami dan memberikan buku tabungan kepada lifter Eko Yuli Irawan (kiri) saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018). Pemerintah memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Asian Games 2018. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Asian Games 2018 sudah resmi ditutup, Minggu (2/9) malam. Puncak acara closing seremony Asian Games dihelat besar‑besaran di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Hingga satu jam jelang penutupan, klasemen perolehan medali hampir tak bertambah lagi. Tim Merah Putih yang awalnya ditarget 16 medali emas, ternyata di luar dugaan bisa menghasilkan dua kali dari target. Dari situs resmi Asian Games 2018 pagi ini, Indonesia kokoh di posisi empat besar. Tim Garuda sukses meraup 31 emas, 24 perak dan 43 perunggu.

"Prestasi itu jauh melebihi yang ditargetkan pemerintah, yakni 16 medali emas dan berada di 10 besar, yang sudah bisa dicapai pada hari ke sembilan pelaksanaan Asian Games," ujar Ketua Kontingen Indonesia (CdM), Komjen Pol Syafruddin.

Presiden Joko Widodo menyatakan rasa bangga dan haru atas capaian prestasi Indonesia seperti dilaporkan Syafruddin. Mewakili rakyat dan bangsa Indonesia, Jokowi menyatakan bangga dengan perjuangan maksimal atlet dan ofisial.

"Hari ini saya sangat senang sekali. Sore ini Asian Games akan segera ditutup, tetapi rasanya ingin pembukaan lagi. Saya ingin naik motor lagi. Saya ingin ada tambahan 31 medali emas lagi. Saya ingin Indonesia Raya dikumandangkan lagi dan merah putih dikibarkan lagi," kata Jokowi di Istana Negara.

Di mata Jokowi, jumlah medali dan peringkat yang jauh melewati target yang ditetapkan adalah prestasi yang harus disyukuri seluruh bangsa Indonesia. Prestasi yang tidak saja mengejutkan Indonesia, tapi juga dunia.

"Dulu kita targetkan 16 emas, banyak yang sangsi dan pesimis. Saya bolak‑balik ngomong ke Pak JK (Wakil Presiden Jusuf Kalla) apa benar apa nggak? Saya tidak tahu, meskipun saya selalu datang lihat persiapannya, pacuan kuda, pencak silat, voli, pantai, dan beberapa cabang lainnya. Saya tidak tahu apa resepnya, tapi yang saya tahu pasti karena kerja keras atlet dan pelatih," kata Jokowi.

Medali emas terakhir diperoleh tim quadrant putra sepak takraw yang sukses mengandaskan Jepang dengan skor 2‑1. Medali emas pertama diraih gadis muda Defia Rosmaniar pada cabang olahraga taekwondo.

Sementara itu, juara umum dipastikan direbut China yang sukses mengoleksi 132 emas, 92 perak dan 65 perunggu.

Disusul Jepang di peringkat kedua dengan raihan 75 emas, 56 perak dan 74 perunggu.

Urutan ketiga dihuni Korea Selatan yang menyabet 49 emas, 58 perak dan 70 perunggu.

Sementara itu, negara‑negara Asia Tenggara yang bercokol 10 besar hanya Indonesia. Bahkan, Indonesia bisa di posisi empat besar.

Thailand yang biasanya gagah perkasa, kini harus puas di urutan ke‑12, Malaysia (14), Vietnam (17), Singapura (18), Filipina (19), dan Myanmar (35). (Tribunjateng/cetak/Tribun Network/yls/wly)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved