Kapolrestabes Kombes Pol Abioso Tindak Tegas Pelaku Pembuang Bayi

"Selama kami lihat ada undang-undang yang dilanggar, tetap kami proses, biar nanti pengadilan yang memutuskan,"

Kapolrestabes Kombes Pol Abioso Tindak Tegas Pelaku Pembuang Bayi
Tribunjateng.com/Rahdyan Trijoko Pamungkas
Kenapa harus dibuang? Dibunuh? Anak itu kan juga punya hak hidup, kalau nggak sanggup menghidupi, banyak orang yang ingin merawat anak 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kasus pembuangan bayi hasil hubungan seksual oleh pasangan yang bukan suami-istri sah memprihatinkan. Apalagi pelakunya masih berstatus mahasiswa aktif.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji menyebut munculnya kejadian pembuangan bayi adalah wujud dari peran hubungan sosial di lingkungan yang belum optimal.

"Kasus ini memberi kita pelajaran bahwa kita harus dekat dengan anak didik kita, jangan sampai hamil saja kok sampai tidak tahu, kalau tahu lebih awal kan bisa dicegah melakukan pembuangan bayi, atau bahkan pembunuhan bayi," beber Abi saat dihubungi, Minggu (2/9).

Sebagai aparat penegak hukum ia tetap akan memproses, meski bayi yang dibuang dalam keadaan hidup, dan pelakunya mengakui lalu ingin merawatnya kembali.
"Selama kami lihat ada undang-undang yang dilanggar, tetap kami proses, biar nanti pengadilan yang memutuskan," pungkasnya.

Ia berharap peran keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan bisa lebih optimal lagi untuk mencegah hal-hal serupa terjadi.

"Kenapa harus dibuang? Dibunuh? Anak itu kan juga punya hak hidup, kalau nggak sanggup menghidupi, banyak orang yang ingin merawat anak," ungkapnya.

Baru-baru ini, dua pasangan mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka pembunuh dan pengubur bayi mereka. Keduanya adalah Defa Rasya Octaviano (18) dan kekasihnya Maheswari Nabila Sahda (19). Pasangan kekasih tersebut merupakan orang tua dari mayat bayi yang dikuburkan di halaman belakang Masjid Al-Wali, Sambiroto, Tembalang dan ditemukan warga pada Rabu (22/8) lalu.

Dari hasil pemeriksaan keduanya mengakui telah melahirkan bayi dari hubungan di luar pernikahan.

Sebulan sebelumnya, ada kasus serupa dengan Marlince Edowai (22) dan Joni Nehemia Pakage (22). Pada 28 Juli mereka membuang bayi mereka di teras rumah seorang warga di Sadeng, Gunungpati. (tribunjateng/cetak/val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved