Asian Games 2018

Kedatangan Atlet Asian Games asal Jateng Disambut di Bandara Ahmad Yani

Didik Sukardi, warga Beringin, Kota Semarang, tampak semringah di area kedatangan Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (3/9).

Kedatangan Atlet Asian Games asal Jateng Disambut di Bandara Ahmad Yani
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Para atlit dan keluarga saling berpelukan saat penjemputan di area kedatangan bandara Ahmad Yani Semarang, Senin 3 September 2018 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Didik Sukardi, warga Beringin, Kota Semarang, tampak semringah di area kedatangan Bandara Ahmad Yani Semarang, Senin (3/9). Ia bersama keluarga datang menjemput kehadiran putrinya Inge Indah Wijayantri, atlet Asian Games 2018 cabang olah raga handball.

Tak hanya Didik dan keluarga, sejumlah orang lain bersama pihak Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Koni, beserta managemen PT Angkasa Pura I juga turut hadir turut menyambut kehadiran para atlit.

Didik mengaku sangat bersyukur karena putrinya dapat berlaga di ajang Asian Games. "Terima kasih atas arahan dari Pemprov Jateng, dan pelatih handball di seluruh Jateng yang telah mengarahkan anak saya menjadi atlet di Asian Games," katanya, kepada Tribun Jateng.

Didik menunggu kehadiran anaknya di bandara sejak pukul 12.00. Tetapi, ia mengaku telah memersiapkan menyambut kehadiran anaknya sejak Minggu malam.
"Kalau persiapan di rumah biasa saja. Yang terpenting anak saya sudah selamat, membawa nama baik orangtua, dan bangsa Indonesia," ujarnya.

Menurut dia, selain menjadi atlet handball, Inge juga pernah menjadi pemain voli. Inge juga pernah membawa tim U-17 Kota Semarang menjadi juara tingkat Jateng.

"Inge ikut handball karena ada arahan dari pelatih," tuturnya.

Adapun, Inge tampak bahagia saat tiba di Semarang. Ia mengaku sangat berterima kasih atas arahan yang diberikan kepadanya hingga ia bisa berlaga di Asian Games.

"Latihan selama ini berat, karena tingkatnya se-Asia. Hal ini sangat membanggakan sekali, apalagi Indonesia bisa meraih 31 medali emas, meskipun cabang handball belum bisa memberikan medali. Tapi kami berusaha untuk yang terbaik," tutur atlit yang merupakan siswi kelas 11 SMAN 8 Kota Semarang itu.

Masih kurang

Inge menuturkan, lapangan tempat latihan handball di Semarang masih kurang. Selama ini, ia berlatih handball di lapangan futsal.

"Handball ini merupakan cabang olahraga baru di Indonesia. Jadi lapangan berlatih masih kurang. Semoga pemerintah dapat memperhatikan," tukasnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved