Nilai Tukar Rupiah

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Menguntungkan UMKM Eksportir

Ershad mengatakan nilai tukar rupiah menurun malah menguntungkan bagi UKM exportir. Karena pembayaran via US Dollar

Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Menguntungkan UMKM Eksportir
TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF/dok
Kerajinan tangan berbahan perak Zem Silver milik Ershad. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Belakangan ini terjadi pelemahan nilai tukar rupiah yang malah untuk sebagian orang dianggap menguntungkan dan menjadi berkah tersendiri. Salah satunya yaitu bagi mereka pelaku UMKM atau pengusaha area Jawa Tengah yang sudah berorientasi ekspor.

Satu di antara sekian banyak pelaku UMKM di Jawa Tengah, Ershad mengatakan nilai tukar rupiah menurun malah menguntungkan bagi UKM exportir.

"Jadi kalau ekspor pembayarannya itu via USD dan kalau nilai tukar USD semisal Rp 12 ribu kami para eksportir mengalami kerugian. Tapi kalau nilai tukar rupiahnya Rp 15 ribu kami merasa senang," terang Ershad, saat dihubungi via telepon, Selasa (4/9/2018).

Ershad selaku pengurus perusahan Zem Silver yang berlokasi di Desa Mijen, Kecamataan Kebonagung, Demak ini menjelaskan mengenai usahanya yang berfokus pada pembuatan pernak-pernik dari logam.

Selain perhiasan Zem Silver juga membuat peralatan rumah tangga, cap batik, logo instansi dan kerajinan-kerjainan dari bahan logam. Sistem penjualan sebagian ada pemasaran via market place dan sosmed.

"Produk kami sudah Ekspor ke beberapa Negara seperti Suriname, Austria, Germany, Ingris, Selandia Baru, dan pasaran Hongkong lewat pasfik tech Singapore. Selama ini kami belum pernah mengalami komplain, karena kebetulan sudah pernah mendapat pelatihan prosedure expor dari PPEI (pendidikan pelatihan expor impor dari kementerian perdagangan)," jelasnya.

Ershad berharap masyarakat Desa bisa sejahtera dan bisa menghasilkan uang, selain itu kedepannya Desa Mijen menjadi sentra industri kerajinan logam. Lewat pasar ekspor ini masyarakat bisa sejahtera dan membantu perekonomian semuanya.

"Bahan baku selama ini didapatkan dari pengepul rongsok, selanjutnya kami sortir limbah elektronik dan logam setelah itu kami daur ulang lagi menjadi karya yang indah. Hari ini nilai tukar rupiah berada di 14.902,50 dan ini sangat menguntungkan bagi kami, para pengusaha yang sudah mengekspor produknya ke Luar Negeri," tandasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved