Tribun Campus

Empat Mahasiswa Asing Tempuh Satu Tahun Pendidikan di UPGRIS

Empat mahasiswa asing mengikuti perkuliahan di Universitas PGRI Semarang selama dua semester.

Penulis: rival al manaf | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa Humas UPGRIS
Mahasiswa asing berbincang di ruang rektor UPGRIS. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Empat mahasiswa asing mengikuti perkuliahan di Universitas PGRI Semarang selama dua semester. Keempatnya terdiri dari dua orang mahasiswa asal Thailand, satu orang dari Malaysia dan Senegal.

Keempatnya akan melakoni selama dua semester di Semarang sesuai dengan peminatan masing-masing. Mereka mengikuti program pertukaran pelajar Darmasiswa yang diselenggarakan pemerintah Indonesia.

Tang Yi Ying, salah satu mahasiswi yang mengikuti program tersebut menjelaskan awalnya mendapatkan banyak pilihan Universitas di Indonesia.

"Namun saya memilih kampus di Semarang, dengan kota yang tidak begitu besar, namun punya kedekatan dengan kota-kota produksi batik," terang gadis yang akrab disapa Tifany tersebut, seperti dikutip dalam press rilis Humas UPGRIS, Rabu (5/9/2018).

Mahasiswi berwajah oriental itu memang ingin fokus meneliti batik di pantura Jateng mulai dari Rembang, hingga Pekalongan.

"Bahkan orang tua ingin sepulang dari Darmasiswa saya sudah bisa membatik, dan memproduksi di tempat asal, atau setidaknya membantu menjual batik-batik di Jateng," terang Tifany.

Oleh karena itu ia memilih Kota Semarang untuk menjalani program Darmasiswanya. Senada dengan Tifany Faton Diagne Mbaye mahasiswi dari Senegal juga memiliki latar belakang pemilihan kampus yang sama.

Bagi wanita yang baru pertama kali ke Indonesia itu kebudayaan di Indonesia menjadi hal yang ingin ia dalami.

Di lain sisi, Rektor UPGRIS Dr Muhdi Mhum dalam keterangan persnya menyambut kedatangan empat mahasiswa asing itu untuk menimba ilmunya.

"Kami berharap bukan hanya mereka yang mendapatkan pengalaman baru, namun mahasiswa kami juga mendapatkan ilmu baru dengan bergaul bersama mereka, jadi ada simbiosis mutualisme," bebernya.

Oleh karena itu, dalam praktik perkuliahan ia membaurkan mahasiswa asing itu dengan mahasiswa lokal sesuai peminatan dan prodinya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved