Nilai Tukar Rupiah

Ekspor Mobil Toyota Tembus 1,4 Juta Unit

Menurutnya pemerintah akan berusaha untuk mempermudah masalah perijinan agar jalur ekspor bisa cepat dilaksanakan.

Ekspor Mobil Toyota Tembus 1,4 Juta Unit
tribunjateng/ist
Pemerintah akan berusaha untuk mempermudah masalah perijinan agar jalur ekspor bisa dengan cepat dilaksanakan. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), menandai pencapaian kegiatan ekspor yang telah berlangsung selama lebih dari 30 tahun, Rabu (5/9). Raihan itu mendapat apresiasi dari Presiden Joko WIdodo (Jokowi).

“Dilihat saja dalam dua setengah tahun investasi mencapai Rp 22,7 triliun. Saya ingin menggaris bawahi untuk perbaiki ekonomi diperlukan peningkatan investasi dan juga ekspor,” kata Jokowi, Rabu (5/9).

Jokowi berharap ekspor otomotif Indonesia tidak kalah dengan Thailand. Menurutnya pemerintah akan berusaha untuk mempermudah masalah perijinan agar jalur ekspor bisa dengan cepat dilaksanakan.

“Dengan ekspor yang membaik maka neraca perdagangan akan stabil membaik. Supaya tiap hari kita tidak lihat kurs nilai tukar yang naik turun,” jelasnya.

Saat ini aktivitas ekspor Toyota, melalui produk-produk bermerek Toyota yang diproduksi di fasilitas manufaktur TMMIN dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sebagai bagian dari grup Toyota di Indonesia. Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono menjelaskan, pihaknya berkomitmen akan terus meningkatkan produksi.

Tahun ini ditargetkan mencapai 217 ribu unit atau naik sekitar 9,5 persen dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 199 ribu unit. Hingga saat ini ekspor Toyota telah mencapai 1,4 juta unit.

“Kami berharap dukungan ini semakin besar sehingga performa ekspor ke negara-negara tujuan yang sudah eksis dapat ditingkatkan serta perluasan ke negara-negara tujuan baru dapat dilaksanakan,” ungkap Warih.

Secara kumulatif, volume ekspor kendaraan bermerek Toyota telah mencapai angka lebih dari 1 juta unit sejak kegiatan pengapalan perdana. Angka itu sekaligus menjadi bukti keseriusan Toyota dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan industri otomotif Indonesia terutama melalui kegiatan ekspor.

Angka ekspor tersebut berawal di tahun 1987, Toyota memulai pengapalan perdana Kijang generasi ketiga (atau Kijang Super) ke Brunei Darussalam. Volume ekspor perdana itu masih dalam jumlah yang sangat sedikit yaitu 50 unit per bulan.

Momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak berjalannya proyek IMV di 2004. Posisi strategis sebagai basis produksi Kijang Innova, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik. Sejak saat itulah, volume ekspor Toyota Indonesia meningkat menjadi sekitar 7 ribu unit per tahun.

Seiring dengan tumbuhnya kapabilitas industri otomotif Indonesia, aktvitas ekspor Toyota semakin berkembang baik untuk volume dan negara tujuannya. Di 2013, Kijang Innova, Fortuner, Avanza, Rush, Lite Ace/Town Ace telah diekspor ke lebih dari 70 negara di kawasan Asia, Pasifik, Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah.

Sementara itu, volume ekspor tahunan meningkat tajam menjadi lebih dari 100.000 unit per tahun. Hal itu sekaligus menjadikan merek Toyota sebagai penyumbang volume ekspor terbesar dengan persentase lebih dari 80 persen dari total ekspor kendaraan utuh produksi Indonesia. (Tribunjateng/cetak/Kontan)

Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved