Breaking News:

Nilai Tukar Rupiah

BERITA LENGKAP, Jokowi: Faktor Eksternal Bertubi-tubi

Presiden Joko Widodo menyatakan pelemahan nilai tukar terhadap dolar AS bukan hanya dialami rupiah saja, melainkan juga negara lain

KOMPAS.com/FITRI R
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan keterangan pers seusai meninjau perbaikan RSUD Kota Mataram, NTB, Senin (3/9/2018). 

Jonan menegaskan para pengusaha harus membawa pulang kembali uangnya ke tanah air karena tidak ada tambang yang dimiliki para pengusaha. Mereka hanya mendapatkan izin usaha.

"Baik dalam UU Minerba atau Migas, tidak ada tambang dalam bentuk apapun yang dimiliki oleh privat atau swasta. Semua dimiliki negara. Yang punya itu izin usaha, kalau ekspor uang harus kembali. Kalau parkir di luar negeri, tidak bisa dimanfaatkan untuk dalam negeri," kata Jonan di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu.

Ada sanksi

Jika ingin menyimpan di luar negeri, harus disimpan di bank nasional yang memiliki cabang di luar negeri. Diizinkan juga para pengusaha menyimpan dalam mata uang dolar atau valuta asing lainnya, asalkan disimpan di Indonesia.

"Hasil ekspornya 100 persen kembali ke indonesia, boleh dalam bentuk dolar AS atau bisa ditempatkan di bank-bank BUMN di luar negeri. Kan ada BNI di Hongkong," ungkap Jonan.

Untuk memantapkan langkah tersebut pemerintah juga akan membuat letter of credit (L/C) yang akan dirancang Kementerian Keuangan dan Kementerian Perdagangan serta Bank Indonesia. Tujuannya untuk memperlancar arus barang.

"Kami akan terapkan peraturan, ekspor semua harus pakai LC dari Kemenkeu dan Kemendag," kata Jonan. Kalau tidak menuruti aturan tersebut sanksi berupa pengurangan jumlah ekspor akan diberlakukan.

"Kalau uang hasil ekspor tidak kembali akan ada sanksi. Jangan hasil alam kita ekspor uang tidak kembali ke sini," ujar Jonan. (tribunjateng/cetak/tribunnetwork/dik/fia)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved