Breaking News:

Konsep Desa Wisata Bisa Menghidupi Masyarakat Lerep, Ada 30 Homestay

Kegiatan tersebut dihadiri oleh lima puluh orang dari berbagai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Semarang.

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kementerian Pariwisata menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Bidang Pariwisata di Destinasi Pariwisata Prioritas Borobudur di Kabupaten Semarang di C3 Hotel pada mulai Kamis (6/9/2018).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh lima puluh orang dari berbagai Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kabupaten Semarang.

Susiyanto (41) selaku Ketua Pokdarwis Rukun Santoso dari Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, menyatakan terdapat dua obyek wisata milik swasta yakni Watugunung dan Bukit Lerep Indah dan tiga obyek wisata yang milik desa yakni Embung Sebligo, Curug Indrokilo, dan Melihat Kahyangan.

Terkait pengembangan desa wisata dan homestay, di wilayahnya terdapat 30 homestay yang terdiri atas sekitar 40 kamar.

Selain menawarkan hunian sementara bagi para pelancong, di kelompoknya menwarkan juga paket wisata permen susu, sabun susu, menanam padi, menanam cabai, membuat kopi bubuk, membuat gula aren, membuat kerajinan tangan dari sampah plastik.

"Kami juga menawarkan menikmati dan mencoba proses pembuatan lodet, makanan khas dari singkong yang dimasukkan ke dalam air aren mendidih," tuturnya.

Selain lodet, ada juga nasi uriban, kuliner khas dari Desa Lerep, yakni nasi urap (nasi dan sayuran rebus yang dicampur dengan parutan kelapa berbumbu.

Masih menurut Susiyanto, keberadaan desa wisata memang tidak menghidupi penduduk secara langsung dan dalam nominal yang besar.

Namun keberadaan homestay memberikan penghasilan tambahan bagi warga dan bagi warga yang memiliki keterampilan memasak dan biasanya membantu hanya saat terdapat hajat besar seperti pernikahan, bisa membuka usaha warung makan dan katering.

"Remaja-remaja yang biasanya luntang-lantung (tidak memiliki aktivitas berarti, red) bisa menjadi pemandu wisata dan mendapatkan pemasukan Rp 20-50 ribu," imbuhnya.

Ditambahkan oleh Dewi Pramuningsih selaku Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, terdapat lima desa wisata di Kabupaten Semarang siap dibina oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana.

Kelima desa tersebut ialah Desa Sumogawe, Desa Keseneng, Desa Bergas Kidul, Desa Lerep, dan Desa Tegalwaton.

Alasan pemilihan kelima desa wisata tersebut ialah karena akses menuju lokasi yang sudah baik dan kelima desa wisata tersebut telah siap untuk dipromosikan.

"Kelima desa wisata tersebut akan diberikan pelatihan mengenai pengemasan produk dan produk akhirnya ialah festival yang akan dipamerkan pada bulan Desember depan," ujarnya.(*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved