OPINI

OPINI M Isa Thoriq: Era Kedua Mas Ganjar Pranowo

OPINI: Era Kedua Mas Ganjar Pranowo. Opini ditulis oleh M Isa Thoriq, Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Undip

OPINI M Isa Thoriq: Era Kedua Mas Ganjar Pranowo
tribunjateng/cetak
Opini ditulis oleh M Isa Thoriq, Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Undip 

Opini ditulis oleh M Isa Thoriq, Mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Publik Undip

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Tanggal 5 September 2018 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Jawa Tengah, karena pada hari itu Ganjar Pranowo dilantik sebagai Gubernur untuk periode kedua bersama Taj Yasin sebagai Wakil Gubernur. Keduanya telah didukung oleh 58,78% pemilih Jawa Tengah dan akan menjalankan roda kepemimpinan selama 5 Tahun.

Kita tahu Ganjar termasuk Pimpinan Daerah yang populer secara nasional, penampilan rambut putih, jeans, jaket kulit, kaos dan retorika yang menarik menjadi ciri khas beliau. Banyak hal yang telah dilakukan selama periode sebelumnya bersama Heru Sudjatmoko, mulai pengendalian inflasi hingga pupuk petani. Dapat kita lihat sebagaimana pada awal mejabat periode pertama, beliau memfokuskan pada infrastruktur, reformasi birokrasi dan pelayanan publik. Dari pidato sambutan HUT Jawa Tengah ke 68 dapat diketahui hingga 2018 ini total jalan dengan kondisi baik sekitar 89,60%, pertumbuhan ekonomi 5,27 %, angka kemiskinan 11,32 % dan perolehan penghargaan pengendali inflasi terbaik selama 3 tahun berturut-turut. Masih banyak penghargaan dan capaian yang diperoleh pada periode pertama ini.

Birokrasi pun mengalami perubahan di periode pertama ini, gebrakan Ganjar soal tagline Mboten Korupsi Mboten Ngapusi menjadi semacam cambuk bagi birokrasi untuk menyesuaikan diri berbenah manjadi lebih baik. Video Ganjar yang memergoki pungli di jembatan timbang, dan marah saat sidak penerimaan CPNS di BKD menjadi viral, melekat di memori para birokrat yang kemudian menjadi pesan bahwa Gubernur sangat tegas dalam hal pelayanan publik dan pungli. Sistem lelang jabatan diterapkan bagi eselon I hingga IV, inovasi dan pelayanan publik digalakan, sistem e- budgeting, e-controling, e-procurement, hingga pengendalian gratifikasi dan pungli diterapkan. Tak pelak, Jawa Tengah mendapat penilaian terbaik dalam reformasi birokrasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) pada tahun 2017.

Keberhasilan ini barangkali bukanlah kiprah dari Ganjar seorang, peran Wakil Gubernur tidak dapat dipisahkan dari proses pembangunan di jawa tengah. Heru Sudjatmoko sebagai wakil Gubernur dikenal sebagai seorang birokrat yang matang, meniti karier dari bawah hingga jabatan sebagai Sekretaris Daerah pernah ia emban. Usianya 62 tahun saat awal menjabat membuat para birokrat menjadi segan, tidak sekadar karena usia, tapi juga pengalaman beliau dan sikap ke Bapak-an.

Sebagai mantan birokrat, Heru mampu beradaptasi dengan lingkungan birokrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, agak sedikit beda dengan Ganjar yang berangkat dari dunia politik. UU No 24 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah mengatur tentang tugas Kepala daerah dan wakil kepala daerah. Adapaun wakil kepala daerah diantaranya bertugas untuk membantu kepala daerah dalam hal koordinasi kegiatan instansi vertikal, pengawasan, pemberdayaan perempuan dan pemuda, pelestarian sosial budaya dan lingkungan hidup, memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pemkab/pemkot, memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Daerah dalam penyelengggaraan pemerintahan daerah. Tugas ini dijalankan dengan baik oleh Heru, sebagai penyeimbang model kepemimpinan Ganjar Pranowo yang sangat dinamis dan agresif. Hal ini pun diakui nya saat pidato sambutan Gubernur dalam HUT Jateng ke 68.

Pada periode kedua ini Ganjar didampingi oleh Taj Yasin, sosok yang lebih dinterprentasikan sebagai tokoh religius. Sebagai putra dari Kyai kharismatik beliau dikenal luas oleh kalangan santri dan terpilih sebagai anggota dewan provinsi Jawa Tengah di usia yang tergolong muda. Pengalaman nya di dunia politik membuatnya berhasil menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah Periode 2018-2023. Berpeci dan sarungan sebagai ciri khas beliau saat kampanye kemarin, wujud dari keberpihakan kepada kaum santri.

Kini tantangan berat akan dihadapi oleh Taj Yasin, sebagai wakil gubernur peran yang dimiliki tak kalah besar. Selain peran administratif kedinasan, pola hubungan komunikasi dengan Ganjar Pranowo yang sama berusia muda perlu dijaga dengan baik. Sebagai wakil gubernur Taj Yasin harus bisa menyesuaikan diri dengan ritme kerja Gubernur. Saling mengisi diantara keduanya akan menguatkan keutuhan kepemimpinan Jawa Tengah.

Ganjar-Taj Yasin akan bekerja untuk kesejahteraan rakyat melalui visinya “Menuju Jawa Tengah Sejahtera dan Berdikari: Mboten Korupsi Mboten Ngapusi”. Dengan misinya yang dapat digolongkan menjadi tiga, Partisipasi, Pemerintahan Bersih dan Pembangunan. Visi misi ini akan dijabarkan lagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang kemudian akan di turunkan menjadi program di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD).

Gerbang periode kedua kepemimpinan Ganjar telah terbuka, dan saatnya meuwjudkan janji kampanye yang telah disampaikan kepada rakyat Jawa Tengah. Ganjar Taj Yasin merupakan pasangan milineal yang diharapakan dapat mewujudkan kesejahteraan rakyat. Melalui sinergi keduanya dapat membangkitkan kekuatan Jawa Tengah. Selamat bekerja dan mengabdi kepada rakyat Jawa Tengah.. Eling, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi lho.. (tribunjateng/cetak)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved