Kisah 10 Pemuda Long March Jakarta-Yogyakarta Tiba di Semarang

Kisah 10 Pemuda Long March Jakarta-Yogyakarta Tiba di Semarang. Perjalanan tersebut dimulai sejak 30 Juli 2018

Kisah 10 Pemuda Long March Jakarta-Yogyakarta Tiba di Semarang
tribunjateng/saiful masum
LONG MARCH - Beberapa peserta Long March sedang persiapan untuk melanjutkan perjalanannya menuju Unnes, Jumat (7/9/2018) di Sekretariat Dema UIN Walisongo Semarang. 

Laporan wartawan tribun, Saiful Ma'sum

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perwakilan dari Konsolidasi Mahasiswa Indonesia (Komando) yang terdiri dari 10 orang melakukan Long March (jalan kaki) dari Jakarta menuju Yogyakarta.

Perjalanan tersebut dimulai sejak 30 Juli 2018 yang diperkirakan menempuh jarak sejauh 627 KM.

Pada hari ini, Jumat (7/9/2018) adalah hari ke 40 selama perjalanan.

Ketika ditemui Tribunjateng.com di Sekretariat Dema UIN Walisongo Semarang yang berada di kampus 3, Febriditya RDR selaku presidium KOMANDO mengatakan, Long March dilakukan guna menyampaikan gagasan mengenai "Pancasila sebagai hirarki tertinggi dalam berbangsa dan bernegara" yang telah dikonsolidasikan oleh mahasiswa se-Indonesia pada tanggal 7-9 Juli 2018.

"Long march sebagai tindak lanjut atas hasil konsolidasi nasional pada 7-9 Juli kemarin yang dihadiri 43 kampus yang tersebar di 14 provinsi," jelas Febri saat ditemui di Sekretariat Dema UIN Walisongo Semarang, Jumat (7/9/2018).

Long March diikuti 10 orang, 9 diantaranya adalah mahasiswa dari Universitas Pamulang Tangerang Selatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, STKI IP Kusuma Negara, dan Universitas Surya Kencana Cianjur. Sedang 1 orang lagi perwakilan petani muda Lebak Banten yang mewakili petani se-Indonesia.

Konsolidasi Juli kemarin, sambung Febri, diawali dengan menghimpun permasalahan permasalahan di daerah masing masing peserta. Hasilnya, semua sepakat mencetuskan gagasan bersama dan menghendaki Pancasila sebagai hirarki tertinggi atau menjadikan Pancasila sebagai aturan main di dalam sistem berbangsa dan bernegara.

"Dalam konsolidasi tersebut, kami juga berharap siapapun Presiden terpilih dapat menempatkan Pancasila sebagai hirarki tertinggi," ujar Febri.

Sebelum Long March dimulai, Febri menjelaskan, pihaknya sudah mengirimkan 692 paket surat yang berisi gagasan tersebut ke seluruh anggota DPD RI dan DPR RI pada tanggal 25 Juli kemarin. Namun, tidak lebih dari 10 anggota yang menanggapinya.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved