Breaking News:

Wali Kota Semarang Ajak Ganjar Bersih-bersih Pasar di Hari Kedua Kerja Jadi Gubernur Jateng

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melaksanakan gerakan bersih-bersih

ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) memunguti sampah di Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (7/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Reza Gustav 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) dan Gubernur Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melaksanakan gerakan bersih-bersih pasar di Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah, hari ini, Jumat (7/9/2018).

Dalam kegiatan itu, tampak Hendi dan Ganjar bersama masyarakat memunguti sampah yang berserakan di area pasar untuk dimasukkan kedalam kantung sampah yang dibawa masing-masing. 

Tak ketinggalan, sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir untuk mendukung gerakan bersih-bersih kota itu.

"Gerakan membersihkan kota ini adalah agenda rutin Kota Semarang dan kebetulan hari ini hadir gubernur kita Mas Ganjar Pranowo untuk ikut nyengkuyung dan menyukseskan gerakan ini,” ujar Hendi kepada Tribunjateng.com di sela kegiatan.

Ia berharap bahwa gerakan tersebut dapat menjadi contoh bagi seluruh warga masyarakat.

"Harapannya tentu saja dengan begini bisa menjadi contoh untuk menjadi sebuah gerakan. gubernurnya mau turun merawat pasar, wali kotanya mau turun merawat pasar, mestinya masyarakat juga mau merawat pasar di tempatnya masing-masing,” sambungnya.

NYAPU - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyapu Pasar Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (7/9/2018).
NYAPU - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyapu Pasar Peterongan, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jumat (7/9/2018). (tribunjateng/IST)

Dirinya melanjutkan, dengan sikap Kota Semarang untuk tidak melibatkan peran investor dalam revitalisasi pasar rakyat, sinergitas pemerintah dan masyarakat menjadi modal utama dalam merawat pasar-pasar rakyat yang ada. 

"Dalam urusan rehab dan pembangunan pasar rakyat, pemerintah bertanggung jawab agar para pedagang bisa masuk kembali tanpa biaya. Namun setelahnya harus disengkuyung bareng-bareng, pemerintah tidak dapat bergerak sendirian, gerakan masyarakat ini penting,” tegasnya. 

Sementara itu, Ganjar Pranowo menekankan bahwa dalam situasi saat ini, ekonomi lokal terkhusus usaha kecil menengah harus mendapat perhatian yang lebih

 "Saya mendapat pesan dari bapak Presiden, kalau usaha kecil menengahnya baik, kotanya bersih, dan kemudian masyarakatnya senang, semua indeks pasti naik dan kita bisa bereskan semuanya,” pesan Ganjar.

Selain itu dalam kesempatannya, Ganjar juga mengapresiasi upaya pembangunan yang telah dilakukan Hendi di Kota Semarang.

"Terakhir, Pak Wali banyak salam dari tamu-tamu saya yang datang kesini. Edian ik! Semarang saiki ciamik (Gila! Semarang sekarang keren),” ujar Gubernur Jawa Tengah yang baru saja dilantik untuk periode kedua pada 5 September 2018 kemarin tersebut.

Sebagai informasi, berdasar rilis yang diterima Tribunjateng.com, Pasar Peterongan sendiri menjadi salah satu contoh sukses Pemerintah Kota Semarang dalam melakukan upaya revitalisasi pasar. 

Dibangun selama dua tahun pada 2015 dan 2016 dengan total anggaran sekitar 62.5 miliar, Pasar Peterongan yang dulunya kumuh berhasil direvitalisasi menjadi lebih tertata untuk lebih meningkatkan potensi ekonomi yang ada. (*)

Penulis: Reza Gustav Pradana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved