Breaking News:

Dua Ajang Ini Buat Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Meningkat

Beberapa pilihan paket tour antara lain one day tour hingga 8 hari dan 7 malam menginap di destinasi.

Editor: suharno
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Wisatawan mancanegara menikmati suasana di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Ajang Asian Games di Jakarta dan Palembang, kemudian disusul pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) 2018 yang akan berlangsung di Bali pada 8-14 Oktober merupakan dua agenda besar dunia untuk meraih target kunjungan 17 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun ini.

“Dari sisi promosi, event Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dan IMF-WB AM 2018 di Bali dampaknya sangat besar. Event Asian Games mendapat media exposure tinggi begitu pula IMF-WB AM 2018 karena yang hadir para endorser tingkat dunia dan akan menjadi perhatian dunia internasional. Sementara dari sisi marketing, 2 event dunia tersebut mendatangkan wisman dan devisa dalam jumlah yang besar,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II, Kemenpar Nia Niscaya dalam siaran pers Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Rabu (5/9/2018).

Menurut Nia, Kemenpar bersama industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA telah menyiapkan 60 lebih paket tour ke tujuh destinasi unggulan di Tanah Air yaitu Bali, Lombok, Yogyakarta, Banyuwangi, Toba, Tana Toraja, Komodo-Flores dan Sumba.

Baca: Bersiap, Harga Tiket Pesawat Rencananya Bakal Alami Kenaikan

Beberapa pilihan paket tour antara lain one day tour hingga 8 hari dan 7 malam menginap di destinasi yang akan dikunjungi para delegasi.

“Dari 60 paket tour ini, terbanyak di Bali 33 paket, dan tersebar di 6 destinasi lainnya seperti Banyuwangi 2 paket tour, Danau Toba 6 paket tour yang kesemuanya dijual secara online dan offline,” kata Nia Niscaya.

Dalam kepanitian nasional penyelenggaraan AM-IMF WB 2018, Kemenpar mempunyai tugas dan fungsi yakni mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah AM-IMF WB 2018 di Bali, mempromosikan pariwisata Indonesia dan memfasilitasi penjualan paket wisata oleh travel agent atau tour operator yang berpartisipasi pada Annual Meeting IMF-WB melalui Spring Meeting kepada delegasi pada Spring Meeting IMF-WB di Washington.

"Selanjutnya meningkatkan citra dan branding pariwisata Indonesia ke seluruh dunia, khususnya kepada 189 negara anggota AM-IMF WB dalam upaya mencapai target kunjungan 17 juta wisman tahun ini,” kata Nia Niscaya.

Capaian kunjungan wisman ke Indonesia pada periode Januari-Juli 2018 secara kumulatif sebagaimana siaran pers BPS, sebanyak 9,06 juta kunjungan atau naik 12,92 persen dibandingkan kunjungan wisman pada periode yang sama 2017 sebanyak 8,03 juta kunjungan.

Baca: Jurang yang Tewaskan 21 Penumpang Bus Wisata di Sukabumi Dalamnya 31 Meter

Nia menjelaskan, capaian wisman Januari-Juli 2018 sebesar 9,06 juta tersebut di atas target yang ditetapkan Kemenpar yakni sebesar 8,1 juta, khusus di bulan Juli 2018 target ditetapkan sebanyak 1,4 juta wisman yang tercapai sebanyak 1,54 juta wisman.

“Dari kunjungan wisman Januari-Juli 2018 terbesar dari China, yang tahun ini kita targetkan 2.620.000 wisman,” kata Nia Niscaya.

Kemenpar membagi dua wilayah pemasaran pariwisata di mancanegara yaitu wilayah pemasaran I meliputi Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Australia dan Oseania lainnya yang pada tahun ini menargetkan sebanyak 8.984.000 wisman atau sebesar 52,85 persen.

Sedangkan wilayah pemasaran II meliputi Asia (Asia Timur, Asia Selatan), Afrika, Timur Tengah, India, Amerika, dan Eropa dengan target sebanyak 8.016.000 wisman atau sebesar 47,15 persen. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved