Breaking News:

KECELAKAAN LALULINTAS

Begini Isi Komunikasi Terakhir sebelum Bus Nyemplung Jurang

"Iya keluarga juga mitra bisnis juga, tadi siang itu kontak lewat whatsapp, katanya masih ada tagihan nih Rp 600 ribu bisa

Editor: iswidodo
TRIBUNNEWS.COM
Sejumlah korban luka dievakuasi dari lokasi kecelakaan dengan menggunakan kendaraan seadanya ke RSUD Pelabuhanratu, di antaranya dengan truk dan pickup yang melintas. 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Sejumlah korban luka dievakuasi dari lokasi kecelakaan dengan menggunakan kendaraan seadanya ke RSUD Pelabuhanratu, di antaranya dengan truk dan pickup yang melintas.

Sebagian besar penumpang luka yang dievakuasi adalah laki-laki dengan kondisi mengalami luka-luka di bagian kepala dan lengan diduga akibat benturan.

Mereka diangkut pakai truk dan pickup secara bertahap dari lokasi kejadian ke RSUD Palabuhanratu yang berjarak kurang lebih sekitar 30 Km.

"Rombongan ada empat bus pariwisata, yang mengalami kecelakaan rombongan terakhir. Posisinya di belakang," ujar Beni, karyawan PT Catur Putera Group Bogor, yang ikut dalam rombongan bus lain di RS Pelabuhanratu.

Beni mengaku kaget dan langsung mendatangi lokasi setelah dikabari adanya rombongan bus yang mengalami kecelakaan. Saat itu bus yang ditumpanginya sudah berada di depan.

"Ketika mendengar informasi bus terjun ke jurang saya langsung memberitahu rekan-rekan bahwa bus rombongan masuk jurang kami langsung mendatangi lokasi untuk membantu evakuasi," ujarnya.

Komunikasi Terakhir

Kecelakaan bus terjadi di Cikidang, Kabupaten Sukabumi menyisakan duka para keluarga besar dealer PT Catur Putra Wijaya yang berkantor di Jalan Raya Parung KM 15, Kemang, Kabupaten Bogor.

Diketahui rombongan karyawan berangkat dari Bogor pada pukul 06.30 WIB. Deden seorang karyawan dan kerabat korban yang berada di dalam bus menuturkan bahwa sebelum mendengar peristiwa kecelakaan tersebut dia masih berkomunikasi dengan kerabatnya.

"Masih kontak sama Enday masih komunikasi pukul 12.00 WIB siang tadi," katanya.

Namun setelah itu komunikasi dengan kerabatnya itu sudah tidak ada lagi. "Iya keluarga juga mitra bisnis juga, tadi siang itu kontak lewat whatsapp, katanya masih ada tagihan nih Rp 600 ribu bisa enggak, saya jawab bisa. Namanya kan rekan bisnis. Sesudah itu enggak ada kontak lagi," ungkapnya.

Dia baru mengetahui salah satu bus rombongan yang ditumpangi oleh kerabatnya itu mengalami kecelakaan setelah melihat tayangan berita di televisi.

"Dari TV kejadianya pukul 12.00 WIB lebih, berarti enggak lama pas kita komunikasi," tukasnya. (tribunjateng/cetak/tribun network/tim/coz)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved