Pengadilan Negeri Semarang Belum Sidangkan Tersangka Pungli Parkir Event Supermoto Trial

Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liat (Saber Pungli) Semarang itu, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT).

tribunjateng/reza gustav
Kota Semarang terpilih menjadi lokasi seri pembuka perhelatan balap motor trail Trial Game Asphalt (TGA) 2018, Jumat-Sabtu (6-7/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pengadilan Negeri (PN) Semarang belum segera menyidang tersangka kasus pungutan liar (pungli) retribusi parkir saat kejuaraan balap trail Supermoto Trial Game Asphalt (TGA) di Sirkuit Mijen, bulan April 2018.

Hal ini lantaran belum ada perkembangan hingga pelimpahan barang bukti.

Perkara tersebut, pernah ramai diperbincangkan, karena Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liat (Saber Pungli) Semarang itu, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), pada perkara dan event tersebut.

Meski begitu, koordinator pengelola parkir, HF dan koordinator pengelola stand, dalam kegiatan tersebut, yakni, RS, disebutkan keduanya telah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik, meski perkara itu, belum jelas untuk kelanjutannya.

Baca: Bapenda Kota Semarang Selidiki Dugaan Tunggakan Pajak Zeus Karaoke

Hal itu disampaikan oleh Kasi Intelijen Kejari Semarang, Nur Winardi, Minggu (9/9/2018), untuk berkas perkara pungli, khususnya parkir di acara tersebut, belum ada yang masuk ke penuntutan.

"Untuk pungli, hanya perkara dengan terdakwa Windari BPN Kota Semarang saja, yang kami limpahkan. Untuk kasus pungli parkir tersebut, jelasnya ke Wakapolrestabes Semarang selaku Ketua Tim Saber Pungli," katanya.

Wakil Ketua II Tim Saber Pungli Semarang tersebut juga menjelaskan, jika institusinya saat ini masih konsen ke pencegahan.

"Meski begitu, kami berjanji apabila ada perkembangan kasus tersebut akan diinfokan ke awak media. Selain itu, saat ini bidang saya ini, juga masih konsen pendampingan di sejumlah proyek, melalui Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Kota Semarang," bebernya.

Baca: Oven Tiba-tiba Keluarkan Api, Pabrik Briket di Kendal Terbakar

Untuk pendampingan TP4D, sebutnya, total anggaran ada Rp 132 miliar, jumlah tersebut berasal dari 28 proyek.

"Jika jumlah permohonan ada 40an pemohon, namun, masih di telaah terlebih dulu oleh tim, mana yang bisa didampingi dan tidak, mengigat tenaga kami terbatas," ujarnya, didampingi Kasi Tipidus Kejari Semarang, Triyanto. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved