Musim Kemarau, Serapan Beras Bulog Tegal Menurun

Masuk semester kedua ini, serapan beras Perum Bulog Subdivre Pekalongan mengalami penurunan dari biasanya.

Musim Kemarau, Serapan Beras Bulog Tegal Menurun
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Pekerja angkut beras di gudang milik Bulog Subdivre Pekalongan di Kota Tegal, Senin (10/9/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Masuk semester kedua ini, serapan beras Perum Bulog Subdivre Pekalongan mengalami penurunan dari biasanya.

Mulai Agustus lalu, serapan beras Bulog perhari berkisar 50 ton.

Padahal, pada April hingga Juni 2018 lalu, serapan beras Bulog berkisar antara 500- 750 ton perhari.

Kepala Bulog Subdivre Pekalongan, Rasiwan, mengatakan penurunan serapan ini diakibatkan terkena dampak musim kemarau. Akibatnya pasokan gabah pun terus menurun.

"Sebagai dampak adanya musim kemarau, optimalisasi pengadaan beras berkurang. Luasan tanaman padi saat ini sudah sangat berkurang, yang masih tersisa di wilayah- wilayah yang dekat dengan sumber air," kata Rasiwan saat di kantornya di Kota Tegal, Senin (10/9/2018).

Meskipun demikian, masyarakat dimnta tidak khawatir karena stok beras di Bulog Subdivre Pekalongan masih mencukupi untuk enam bulan ke depan.

Stok beras di gudang Bulog itu mencukupi untuk beberapa kabupaten/kota yang merupakan wilayah kerja Subdivre Pekalongan. Yakni Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kota Tegal, dan Kota Pekalongan.

"Stok beras ada sebanyak 27.000 ton dan ada penambahan 8.000 ton," jelasnya.

Ia menjelaskan, untuk mengoptimalkan pengadaan beras, pihaknya berkoordinasi dengan dinas- dinas terkait di kabupaten/kota.

Sementara, sebagai langkah antisipasi kenaikan harga beras, pihaknya tetap melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah (OPCBP).

"Untuk menstabilkan harga beras baik di tingkat produser maupun konsumen bila harganya sudah melampuai HPP (harga pembelian pemerintah), operasi pasar dilakukan," jelasnya.

Operasi pasar, kata dia, sudah dilakukan di sejumlah kabupaten kota di wilayah kerja Bulog Subdivre Pekalongan.

Ia meminta dinas di kabupaten/ kota untuk menyiapkan paling tidak lima titik pasar untuk kegiatan operasi pasar.

Harga beras medium untuk operasi pasar mencapai Rp 8.300 hingga Rp 8.400. Harga itu sudah dihitung dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah yakni Rp 8.100 perkilogram ditambah biaya angkut ke pasar.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved