Pemalsu Air Zamzam Dijerat Pasal Berlapis dan Denda Miliaran Rupiah

Dalang dibalik pemalsuan air zamzam yang produknya sudah tersebar ke beberapa daerah akan dijerat pasal berlapis.

Pemalsu Air Zamzam Dijerat Pasal Berlapis dan Denda Miliaran Rupiah
tribunjateng/budi susanto
Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu gelar perkara kasus pemalsuan air zamzam, Senin 10 September 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dalang dibalik pemalsuan air zamzam yang produknya sudah tersebar ke beberapa daerah akan dijerat pasal berlapis.

Yaitu Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a, e dan f Undang-Undang RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang No. 3 tahun 2014 tentang perindustrian dan Pasal 142 Undang-Undang No. 18 tahun 2012 tentang pangan.

Tak hanya itu, pelaku yang bernama Huda (52) juga akan dikenakan kurungan lima tahun lebih dengan denda hampir Rp 10 miliar.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu mengatakan, banyaknya laporan mengenai air zamzam palsu membuat Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota melakukan penyelidikan di beberapa lokasi yang diduga sebagai produksi air zamzam palsu.

"Hasil dari penyelidikan, pada Minggu (9/9) lalu petugas melaksanakan penindakan di sebuah rumah yang dikontrak oleh CV. Moya Janna yang terletak di Jalan Dwikora I Yosorejo RT 04 RW 01 Kelurahan Kuripan Yosorejo, Kecamatan Pekalongan Selatan," jelasnya, Senin (10/9/2018).

AKBP Ferry menyebutkan, lokasi tersebut digunakan untuk memproduksi dan mengedarkan air zamzam palsu yang tidak memiliki ijin edar dari BPOM RI.

"Selain tidak memiliki ijin, pengelola juga tidak mencantumkan label berbahasa Indonesia. Produk tersebut sudah diedarkan ke toko perlengkapan Haji dan Umroh di Wilayah Tasikmalaya Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur, dan beberapa lokasi di Jawa Tengah," imbuhnya.

Pihaknya menyita barang bukti berupa puluhan kardus kemasan air zamzam dengan merek AL BARAKALLAH WATER dengan ukuran 10 liter dan 5 liter.

Selain itu, ratusan jeriken kosong dan peralatan produksi yang digunakan untuk memalsukan air zamzam tersebut.

"Tersangka memproduksi air zamzam palsu sejak Agustus hingga September. Sudah sekitar 25 hari. Tersangka sudah mengirimkan hasil produksi sebanyak 218 kardus dengan omset mencapai Rp 43 juta," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved