Nawawi Sukses Kenalkan Sprei Lukis Khas Batang Hingga ke Luar Jawa

Dia bersama sang istri, Ratih Kusumasari (37) mulai mencoba untuk melakoni usaha sprei lukis.

Nawawi Sukses Kenalkan Sprei Lukis Khas Batang Hingga ke Luar Jawa
Proses pembuatan sprei lukis milik Nawawi di rumah produsinya di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Bermula dari keseriusan berwirausaha, Mochammad Nawawi (37) berani keluar dari pekerjaan di dunia perbankan.

Dia bersama sang istri, Ratih Kusumasari (37) mulai mencoba untuk melakoni usaha sprei lukis.

Mereka melukis corak dan desain khas Batang.

Sprei lukis karya suami istri ini sudah banyak menarik konsumen luar Jawa dengan pemasaran terbesar di Sumatera.

"Usaha ini sudah berjalan selama setahun, karna memang istri saya suka desain dan dituangkanlah ke media sprei sekaligus untuk berwirausaha, alhamdulillah banyak peminatnya pemasaran sudah ke berbagai daerah di nusantara," ujar Mochammad Nawawi kepada Tribunjateng.com di rumah produksinya di Desa Kalisalak, Kecamatan Batang, Kabupatem Batang, Jawa Tengah, Selasa (11/9/2018).

"Pemasaran terbesar yang berada di Sumatera, pemasaran melalui sistem reseller," sambungnya.

Baca: Tradisi Malam Satu Suro di Kabupaten Batang, Tombak Abirawa dan Puluhan Benda Pusaka Dijamas

Setelah pewarnaan, sprei dikeringkan kemudian dilukis dengan menggunakan pigmen warna dengan tambahan cairan batik, dengan menggunakan kuas bambu yang dipipihkan menjadi kuas halus.

"Dilukisnya langsung ke media dengan desain yang sudah dibuat oleh istri saya, proses masih manual kendalanya kalau kita banyak pesanan terkadang kualahan untuk memenuhinya," ujarnya.

Nawawi mengatakan dalam sprei liukis produknya selalu berusaha untuk mempertahankan kualitas produknya.

"Sprei lukis dengan bahan yang nyaman harga yang kami tawarkan mulai dari Rp135.000 sampai dengan Rp155.000,” tuturnya.

Dalam usahanya itu, Nawawi mengaku bisa mendapatkan keuntungan mencapai Rp20 juta per bulannya. (*)

Penulis: dina indriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved