Prosesi Sedekah Gunung Merapi 2018, Melarung Kepala Kerbau ke Kawah Puncak Merapi
Prosesi sedekah Gunung Merapi ini sebagai perwujudan permohonan dia kepada Tuhan untuk memohon perlindungan dan keselamatan.
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti
TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Sambut tahun baru 1.440 hijriyah atau bulan sura dalam penanggalan Jawa, ribuan pengunjung berdatangan mengikuti prosesi Sedekah Gunung Merapi 2018. Prosesi ini berlangsung di tengah dinginnya angin malam pada Selasa (11/9/2018) dini hari di kawasan Joglo 1 Kawasan Wisata Selo, Boyolali.
Event ini rutin yang digelar setiap tahun dan merupakan tradisi dalam menyambut Sura. Adapun acara itu adalah puncak rangkaian yang digelar sejak Senin (10/9/2018) siang yakni kirab kerbau atau mahesa yang akan dijadikan persembahan dalam sedekah gunung Merapi tersebut.
Sementara pada malam harinya digelar pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani menjelaskan, prosesi sedekah Gunung Merapi ini sebagai perwujudan permohonan dia kepada Tuhan untuk memohon perlindungan dan keselamatan.
Meski saat ini status Gunung Merapi masih waspada tetapi sejumlah pihak telah mengizinkan acara ini terlaksana. Di antaranya dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi.
"Ritualnya adalah sesaji kepala kerbau di puncak Gunung Merapi. Dengan harapan memanjatkan doa kepada Tuhan untuk memberikan perlindungan dan keselamatan warga Selo dan Boyolali," katanya.
Ia berharap, kegiatan ini mampu menjadi daya tarik wisata domestik dan mancanegara di obyek wisata Merapi.
Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat mengapresiasi agenda resmi Pemkab Boyolali ini.
Ia menilai, kerukunan dan kebersamaan terlihat dari pelaksanaan kegiatan pelestarian budaya dan tradisi ini.
"Kerukunan warga terlihat satu dengan yang lain. Merekatkan hubungan antara warga dan pemerintah. Ngumpul nyawiji dadi siji (berkumpul menjadi satu) melestarikan budaya yang sepantasnya untuk dijaga," ujarnya.
Adapun, akhir prosesi sedekah Gunung Merapu adalah pelarungan kepala kerbau ke kawah puncak Gunung Merapi.
Wabup menilai, hal ini bermakna rasa syukur yang mewujudkan hubungan baik dengan manusia dan alam sekitar, terutama gunung Merapi yang menjadi keberkahan khususnya warga Selo Boyolali.
"Memohon kepada Tuhan untuk keamanan, keselamatan dan keberkahan warga Selo dan Boyolali dijauhkan dari bencana," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sedekah-gunung-merapi-2018_20180911_123051.jpg)