Hari ke 44, Pemuda Long March Finish di Unwahas Semarang

Setelah menempuh perjalanan selama 44 hari sejak 31 Juli kemarin, peserta Long March Jakarta-Yogyakarta terhenti di Semarang.

Hari ke 44, Pemuda Long March Finish di Unwahas Semarang
tribunjateng/alaqsha/ist
Setelah menempuh perjalanan selama 44 hari sejak 31 Juli kemarin, peserta Long March Jakarta-Yogyakarta terhenti di Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun, Saiful Ma'sum

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Setelah menempuh perjalanan selama 44 hari sejak 31 Juli kemarin, peserta Long March Jakarta-Yogyakarta terhenti di Semarang.

Pada Selasa malam 11 September 2018 yang mana menjadi hari akhir dari rangkaian perjalanan long march di titik Semarang tepatnya di kampus Unwahas. Mereka tidak melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta karena beberapa faktor yang tidak memungkinkan.

Dikatakan Febriditya Ramdhan Dwi Rahyanto selaku Presidium KOMANDO Tangsel yang juga tercatat sebagai mahasiswa FH Universitas Pamulang menyatakan bahwa mereka tidak melanjutkan ke Yogyakarta karna melihat beberapa kondisi objektif.

Mereka peserta long march yang terdiri dari mahasiswa harus segera kembali ke kampus masing masing untuk melanjutkan study perkuliahannya.

"Alhamdulillah ini merupakan akhir dari perjalanan kami, walaupun kami tidak finish di Yogyakarta tetapi harapan kita semoga pesan moral yang kita sampaikan selama perjalanan bisa sampai kepada nurani seluruh lapisan masyarakat," ujar Adit.

Dirinya dan beberapa teman lainnya meyakini bahwa Pancasila merupakan perasaan umum rakyat yang harusnya Pancasila menjadi hierarki tertinggi.

Tujuan dari long march ini membumikan Pancasila.

Long march telah mereka sampaikan sepanjang Jakarta-Semarang. Yaitu 1. Membumikan Pancasila sebagai ketahanan nasional sebagai bentuk nyata Pancasila harus menjadi hierarki tertinggi dalam sistem berbangsa dan bernegara.

2. Mensosialisasikan kepada seluruh komponen masyarakat ataupun penyelenggara negara untuk tidak pernah salahkan Pancasila jika penguasa berbuat salah! Siapapun penguasanya, karena Pancasila adalah milik rakyat bukan milik penguasa.

Selain itu, dikatakan Oliev selaku wakil Presiden Mahasiswa Unnes mengatakan pihaknya akan terus mendukung perjuangan kawan-kawan komando melihat kondisi objektif dari gagasan yang dibawanya.

"Tentu ini menjadi tugas bersama mahasiswa, bentuk nyata dalam mengimplementasikan tridharma perguruan tinggi yang berpijak kepada Pancasila, maka atas dasar itu lah menjadikan Pancasila sebagai hierarki tertinggi merupakan tugas bersama seluruh mahasiswa Indonesia sebagai agent of change," ujarnya.

Pelepasan kesepuluh pemuda long march dilakukan di Ponpes Universitas Wahid Hasyim Semarang tanggal 11/09/2018 malam hari. Paginya, Rabu 12/09/2018 menggunakan transportasi kereta api menuju Jakarta. (*)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved