Breaking News:

Kecamatan Margasari Tegal Siapkan Program Kecamatan Layak Anak

Kantor Kecamatan Margasari yang saat ini sedang membentuk tim kerja gugus tugas guna pengembangan Kecamatan Layak Anak (KLA).

Tribun Jateng/Akhtur Gumilang
Plt Kepala UPTD P3A dan P2KB Kecamatan Margasari, Permono (kanan) sedang koordinasi dengan Sekcam Margasari, Teguh Mulyadi (kiri), Kamis (13/9/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintahan tingkat Kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah kini menindaklanjuti atas penghargaan Kabupaten Layak Anak (KLA) yang diterima Pemkab Tegal beberapa waktu lalu.

Satu di antaranya ialah Kantor Kecamatan Margasari yang saat ini sedang membentuk tim kerja gugus tugas guna pengembangan Kecamatan Layak Anak (KLA).

Pembentukan ini diawali dengan adanya sosialisasi dari tim Kabupaten Tegal yang dilaksanakan pada Kamis (13/9/2017) atau hari ini.

Plt Kepala UPTD Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (P3A) dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Kecamatan Margasari, Permono mengatakan, tujuan KLA ini untuk mengurangi angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi yang baru lahir.

Selain itu, adanya tum ini untuk mengantisipasi adanya tindak kekerasan terhadap anak, serta mengurangi siswa putus sekolah.

Dalam program itu, pihaknya mengaku akan berkerjasama dengan lintas sektoral seperti Pemerintahan Kecamatan Margasari, Polsek, Koramil, UPTD Dikpora, dan sejumlah instansi terkait.

"Program KLA ini mengacu pada visi misi Bupati Tegal. Kami ingin mengembangkan di tingkat kecamatan," kata Permono kepada Tribunjateng.com, saat ditemui di Kantor Kecamatan Margasari, Kamis (13/9/2018).

Sementara itu, Sekretaris Camat Margasari, Teguh Mulyadi menyatakan, untuk menyukseskan KLA di wilayah kerjanya, pihaknya akan mengupayakan setiap anak yang baru lahir di Kecamatan Margasari harus mendapatkan akta kelahiran.

Maka, pihak kecamatan menyediakan dan memberikan pelayanan sumber ilmu melalui koleksi perpustakaan untuk anak.

"Lalu, kami mengkoordinasikan agar anak dapat mempunyai wadah untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Jadi, kami melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan," tambahnya.

Kendati rencana program itu sudah dibahas, Teguh tidak bisa menyebutkan secara rinci angka kematian ibu hamil dan angka kematian bayi yang baru lahir di wilayahnya.

Hal itu termasuk juga kasus kekerasan terhadap anak, serta jumlah siswa putus sekolah.

"Kalau jumlah itu, ada di instansi terkait. Kita hanya ingin mengurangi kasus-kasus itu dengan cara mengembangkan Kecamatan Margasari Layak Anak," pungkasnya.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved