KMNU Unsoed Klarifikasi soal Video Mahasiswa Nyanyikan Lagu Indonesia Raya Sebelum Sholat

Salah satu akun yang mengunggah video itu menyebut ada tradisi lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebelum salat.

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Sebuah video tentang mahasiswa yang menyanyikan lagu Indonesia Raya di masjid Nurul Ulum Universitas Jenderal Soedirman ramai diperbincangkan di dunia maya.

Salah satu akun yang mengunggah video itu menyebut ada tradisi lagu Indonesia Raya dinyanyikan sebelum salat. Akun tersebut menambahkan keterangan dengan kalimat tanya, Islam apaan?

Usut punya usut, kelompok yang dimaksud dalam video itu adalah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Nahdzatul Ulama Unsoed (KMNU).

KMNU merupakan organisasi keagamaan eksternal mahasiswa Unsoed.

Ketua Panitia Musa mengklarifikasi informasi yang tersebar di dunia maya itu. Ia membantah informasi menyesatkan yang diunggah di media sosial tersebut.

Informasi itu disebutnya tidak sesuai keadaan yang sebenarnya alias bohong (hoax). Tidak benar lagu Indonesia Raya itu dinyanyikan sebagai tradisi sebelum salat.

"Berkaitan dengan video yang beredar di media sosial facebook, instagram, twitter dan lainnya yang diberitakan tidak sesuai keadaan sebenarnya (hoax),"katanya

Musa pun mengungkapkan kronologi sebenarnya dalam potongan video tersebut.

Saat itu, pihaknya mengadakan kegiatan dalam rangka peringatan tahun baru Hijriah dan Open House KMNU Unsoed di Masjid kampus Nurul Ulum, Selasa (11/9).

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di dalam masjid itu meliputi, pembacaan maulid Simtudduror, Khotmil Quran, Open House pengenalan mahasiswa baru, dan pembukaan.

Selanjutnya, seluruh peserta diminta menyanyikan Indonesia Raya dan Yalalwathon. Lagu Yalalwathon cukup populer di lingkungan santri karena memuat semangat kebangsaan dan kesetiaan terhadap NKRI di dalamnya.
Acara kemudian adalah sambutan-sambutan dari pihak terkait.

Jelas, nyanyian lagu Indonesia Raya adalah bagian dari rangkaian kegiatan peringatan tahun baru Hijriah, bukan bagian dari ritual ibadah.

Atas menyebarnya berita yang disebutnya hoax itu, pihaknya atau KMNU merasa dirugikan. Karena itu, pihaknya tak segan membawa masalah tersebut ke ranah hukum.

"Kami akan menempuh jalur hukum kepada para pelaku penyebar berita tersebut, baik pidana maupun perdata,"katanya.(*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved