Pelemahan Nilai Tukar Rupiah, Beberapa Tipe Mobil Honda Naik Harga, Apa Saja?

Beberapa produk kendaraan Honda seperti mobil sedan mengalami kenaikan harga dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah, Beberapa Tipe Mobil Honda Naik Harga, Apa Saja?
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
koleksi Mobil Honda tipe Sedan Civic yang tersedia di Dealer Honda Semarang Center. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa produk kendaraan Honda seperti mobil sedan mengalami kenaikan harga dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah, terutama pada unit yang didatangkan impor secara utuh.

Namun memang tidak semua seperti unit yang di rakit di Indonesia saat ini belum ada pengaruh dan tidak mengalami kenaikan harga.

Tipe kendaraan sedan yang mengalami kenaikan harga seperti Accord, Civic, Honda City dan Odyssey, sedangkan tipe lain yang belum mengalami kenaikan harga seperti CRV, HRV, BRV, Mobilio, Brio dan Jazz yang pangsa pasarnya besar dan banyak diminati.

Karena untuk tipe sedan cenderung eksklusif dan peminatnya hanya orang tertentu saja.

"Kenaikan harganya sendiri antara Rp 5 juta sampai Rp 10 jutaan karena dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah tadi. Kalau kami datangkan utuh pasti berpengaruh karena transaksi nya menggunakan USD, kecuali yang diproduksi atau dirakit dalam negeri untuk saat ini belum berpengaruh," jelas Sales dan Marketing Manager Honda Semarang Center, Eddy Haryanto, pada Tribunjateng.com, Kamis (13/9/2018).

Dalam hal ini Eddy menuturkan tidak menutup kemungkinan ketika pelemahan nilai tukar rupiah ini berkepanjangan pasti suatu saat akan berpengaruh juga.

Karena sebagian komponen dari produk Honda sendiri Impor dari Luar Negeri.

"Tanggapan customer khusus unit sedan ini terkait kenaikan harga Rp 5 juta sampai Rp 10 juta tidak terlalu mempermasalahkan. Karena mereka kalau membeli mobil tipe sedan biasanya sudah mobil yang kedua, ketiga dan kesekian," katanya.

Eddy berharap pelemahan nilai tukar rupiah ini tidak terus melemah karena semisal masih di 15.000 pihaknya masih bisa menahan.

Tapi misal tidak kunjung stabil lama-lama berpengaruh dan kondisinya memang berbeda dari 10 sampai 20 tahun yang lalu ketika USD 16.000.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved