Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Nilai Tukar Rupiah

Pelemahan Rupiah Tidak Membuat Penjualan Mobil Bekas Goyah

Pengelola bursa mobil bekas Carsentro Semarang, Taufiq Pramestya menuturkan bahwa penjualan di sana tidak goyah

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah | Editor: iswidodo
tribunjateng/dwi laylatur rosyidah
MOBIL BEKAS - Slamet Wibowo (kanan), pemilik lapak Berkah Jaya Mobil di bursa mobil bekas Carsentro Semarang beserta rekannya, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Laylatur Rosyidah

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak berpengaruh pada pasar mobil bekas.

Pengelola bursa mobil bekas Carsentro Semarang, Taufiq Pramestya menuturkan bahwa penjualan di sana tidak goyah ataupun meningkat.

"Saya pikir rupiah yang saat ini melemah tidak begitu berdampak di pasar mobil bekas, tidak ada dampak langsung," jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/9/2019).

Harga-harga yang ditawarkan di sana juga dinilai standar, tidak turun ataupun naik.

Karena mobil dijelaskannya menjadi kebutuhan, kalau konsumen merasa perlu dan butuh mobil pasti akan beli.

Hal tersebut juga diaminkan pemilik lapak 'Kukuh Mobil' bursa mobil bekas Telomoyo Semarang, Michael Mardiyan Susanto yang menyebut penjualan tetap stabil.

"Tidak terlalu pengaruh. Bahkan permintaannya tinggi sekali, mobil tetap laku namun kita cari unitnya yang susah," paparnya.

Kalaupun beberapa waktu lalu penjualannya melemah, Michael menyebut karena bebarengan dengan anak masuk sekolah dan lainnya.

Bahkan Irwan Purbowo, pemilik lapak 'Irwan Mobil' menyebut bahwa Bulan September 2018 ini penjualan mobil bekas miliknya mulai ramai lagi.

"Setelah Bulan Agustus kemarin sedikit sepi, namun awal September 2018 penjualan mobil di sini sudah laku 6 unit. Jadi mulai ramai kembali," ujarnya.

Irwan menjelaskan bahwa mobil merupakan kebutuhan, bukan sekadar life style.

Selain itu, bisnis mobil bekas juga punya karakteristik unik karena memiliki masa ramai.

"Hampir bisa dipastikan, tren penjualan mobil bekas ramai itu saat jelang lebaran," kata Taufiq.

Jika berkaca pada krisis moneter tahun 1998, maka Slamet Wibowo pemilik lapak 'Berkah Jaya Mobil' Carsentro, menjelaskan kondisi ini terbilang berbeda.

"Dulu pas krismon tahun 98, penjualan mobil bekas itu luar biasa laris dan meningkat hingga 100 persen," jelasnya.

Bahkan karena itu, banyak bermunculan penjual mobil bekas dadakan.

"Nah ini kan beda, penjualan standar, biasa dan tidak terpengaruh. Selain itu pasar mobil bekas di sini juga didominasi orang daerah, sekitar 70 persen malah dari luar Semarang," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved