Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Vito Sebut Perlu Adanya Verifikasi Dalam Pembuatan Berita

Hal tersebut disampaikan News Manager Tribun Jateng Arief Novianto saat mengisi pelatihan Diponegoro Journalist Week

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
News Manager Tribun Jateng Arief Novianto saat mengisi pelatihan Diponegoro Journalist Week di Hotel Candi Indah Semarang, Kamis (13/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG, SEMARANG - Data adalah informasi awal. Hal tersebut disampaikan News Manager Tribun Jateng Arief Novianto saat mengisi pelatihan Diponegoro Journalist Week di Hotel Candi Indah Semarang, Kamis (13/9/2018).

Vito sapaan akrabnya mengatakan data merupakan informasi awal yang harus dilakukan verifikasi.
Oleh karena itu data apapun sebagai sumber berita harus melalui proses verifikasi.

"Harus dilakukan verifikasi karena data itu belum tentu betul," ujarnya.

Menurut dia , saat ini banyak ditemukan pemalsuan akun. Hal ini terjadi satu di antara grup dari media Tribun.

"Tribun khan ga pakai e. Tapi ada Tribune. Itu dikira grup kami, dan banyak ditemukan di beberapa daerah," tuturnya.

Vito mengatakan adanya kejadian tersebut perlu dilakukan verifikasi.

Oleh sebab itu perlu memperluas pengetahuan agar mengetahui bahwa sumber yang akan dikutip merupakan sumber valid.

"Harus banyak baca, dan refrensi untuk mengambil data di internet. Kalau tidak akan berpotensi gugatan hukum," tuturnya.

Vito memberikan contoh pengambilan data melalui internet seperti video yang diunggah Lambe Turah.

Pada video tersebut terdapat rekaman adanya seorang cucu yang menyuruh neneknya mengemis.

"Ini juga data. Kami lakukan verifikasi ternyata betul nenek disuruh mengemis cucunya. Akhirnya ditangkap polisi setelah diberitakan," jelasnya.

Menurutnya, data tersebut juga berfungsi sebagai informasi bagi pihak berwajib, dan pihak terkait lainnya termasuk Pemerintah Kota Semarang.

"Ini juga ada data orang miskin yang sangat miskin sehingga tidak mampu membeli beras. Hal tersebut di metion ke twitter Ganjar kemudian di mentionkan ke Bupati Brebes, dan ditindak lanjuti setelah berita tayang," paparnya.

Ia mengungkapkan perlu adanya verifikasi dan klarifikasi dalam pembuatan berita. Oleh karena itu berita sama dengan fakta dan bukan hoax.

"Kalau sudah dalam bentuk berita itu bukan hoax. Tidak ada isitilah hoax. Karena Hoax bukan berita," pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved