Wisudawati Terbaik Universitas Ngudi Waluyo : Pengaruh Video Terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi

Dia mengira wisudawan terbaik hanya dilihat dari IPKnya saja tetapi ternyata juga dinilai dari keaktifan berorganisasi.

Wisudawati Terbaik Universitas Ngudi Waluyo : Pengaruh Video Terhadap Kepatuhan Pasien Hipertensi
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Cici Retno Pradini, S.Farm - Wisudawati terbaik Universitas Ngudi Waluyo 

TRIBUNJATENG.COM - Cici Retno Pradini, S.Farm dari Program Studi Farmasi S1 berhasil menjadi Wisudawati terbaik Universitas Ngudi Waluyo.Wisudawati asal NTB ini lulus dengan IPK 3,78 dalam jangka waktu 8 semester.

Awalnya, dia tidak menyangka bisa menjadi Wisudawati terbaik. Dia mengira wisudawan terbaik hanya dilihat dari IPKnya saja tetapi ternyata juga dinilai dari keaktifan berorganisasi.

Wisudawati kelahiran Tabanan, 1 Agustus 1996 mengaku saat kuliah mengikuti organisasi sebagai Ketua Himafarsi (Himpunan Mahasiswa Farmasi) UNW periode 2016/2017, Wakil ketua II Himafarsi UNW 2015 dan Anggota Divisi Eksternal Himafarsi UNW 2015.

Kemudian, dia juga pernah menjadi Koordinator Fakultas Ilmu Kesehatan Maba 2017 dan Bendahara 1 Masa Orientasi Kampus 2016.

Cici sapaan akrabnya pandai membagi waktu antara kuliah dan organisasi. Dia tidak pernah ketinggalan pelajaran kuliah walaupun dia mengikuti organisasi.

Dia mengambil judul skripsi Pengaruh Pemberian Informasi Obat dengan Media Video Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Hipertensi Di Puskesmas Bergas.

"Hipertensi merupakan suatu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat, namun sebagian besar pasien hipertensi masih belum mengetahui bahwa pengobatan hipertensi harus rutin dilakukan," ungkapnya saat ditemui di ruang istirahat gedung Aula Kodam IV Diponegoro, Kamis (13/9).

Menurutnya, hal tersebut berhubungan dengan kepatuhan pasien hipertensi, maka dalam penelitian ini peneliti ingin meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dengan menggunakan media video.

"Sebenarnya, segala usia bisa terkena penyakit hipertensi. Tetapi, usia yang rawan terkena hipertensi 45 tahun keatas karena semakin bertambahnya usia fungsi organ semakin menurun," ujar putri pasangan Marsana dan Irah itu.

Dia menambahkan, jika berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan penelitiannya yang paling rawan adalah wanita karena wanita mempunyai hormon estrogen.

Halaman
12
Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved