Pria Asal Batang Ini Ajukan Permohonan Suntik Mati, 'Kasihan Anak dan Istrinya'
Afandi (48) pria asal Desa Timbang Rt 5 Rw 2, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang mengajukan permohonan suntik mati.
Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto
TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Afandi (48) pria asal Desa Timbang Rt 5 Rw 2, Kecamatan Banyuputih Kabupaten Batang mengajukan permohonan suntik mati.
Ia mempunyai dua anak yang dikenal warga sebagai anak pandai, Jumat (14/9/2018).
Pasalnya, Khamilatun (21) anak pertamanya yang menuntut ilmu di Universitas Diponegoro D3 Jurusan Telnik Kimia memperoleh nilai IPK 3,8.
Dan kini menunggu kelulusan dari pihak kampus, sedangkan anak kedua bernama Imam Muhklis (15) kini bersekolah di MANNU 01 Banyuputih kelas X.
Diterangkan Siti Musripah Kader Posyandu Desa Timbang, kedua anaknya selalu memperoleh beasiswa dari tingkat sekolah dasar.
"Anak pertama juga memperoleh beasiswa saat menempuh kuliah, tak hanya itu keduanya sering menerima beasiswa dari tingkat sekolah dasar," jelasnya.
Siti menambahkan, Afandi memang bolak-balik berobat karena penyakit yang ia derita, namun ia tak tahu-menahu terkait permohonan suntik mati yang diajukan Afandi.
"Warga sekitar tidak ada yang tahu, saya juga baru tahu saat dihubungi oleh bidan desa terkiat warga Desa Timbang yang mengajukan suntik mati," tuturnya.
Untuk itu Siti langsung mengunjungi kediaman Afandi, dan mempertanyakan informasi tersebut.
"Kasihan anak dan istrinya kalau benar-benar dikabulkan permohonan tersebut. Karena anak-anak Afandi tergolong anak-anak pintar," timpalnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/siti-musripah-kader-posyandu-desa-timbang-kanan_20180914_170619.jpg)