OPINI Edy Purwo Saputro : Jawa Tengah Menjual Pariwisata

Peringatan Haornas 2018 bertemakan ‘Ayo Olahraga Bangun Indonesia’ menjadi spirit menjual sport tourism dan Jawa Tengah

OPINI Edy Purwo Saputro : Jawa Tengah Menjual Pariwisata
ISTIMEWA
Batik Purbalingga Jadi Daya Tarik Wisatawan Belanda 

Oleh Dr Edy Purwo Saputro, SE, MSi

Dosen Pascasarjanadi Universitas Muhammadiyah Solo

Risetnya tentang wisata sejarah budaya Kota Lama Semarang mendapat Hibah Dikti 2015-2019

TRIBUNJATENG.COM -- Peringatan Haornas 2018 bertemakan ‘Ayo Olahraga Bangun Indonesia’ menjadi spirit menjual sport tourism dan Jawa Tengah telah sukses menggelar berbagai sport tourism termasuk salah satunya yaitu Borobudur Marathon 2018 pada 18 Nopember 2018 nanti bertema ‘Raising Harmony’.

Selain itu, nilai tukar rupiah yang terus terpuruk memacu pemerintah mencari sumber penerimaan sektor lain dan salah satunya yaitu dari sektor kepariwisataan. Oleh karena itu, Kepala Daerah pemenang pilkada serentak yang telah dilantik harus secepatnya memetakan, mem-branding, mengemas dan menjual potensi wisata daerahnya. Terkait ini, Jawa Tengah di era kepemiminan Ganjar Prabowo periode kedua bersama Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) tidak bisa mengelak dari tuntutan untuk memacu nilai jual kepariwisataan di Jawa Tengah.

Pada tahun 2016 Jawa Tengah sukses menggelar 800 event yang mendatangkan 567.000 wisman, di tahun 2017 mengadakan 900 event dengan jumlah kunjungan wisman 781.000 orang dan di tahun 2018 targetnya 1.000 event dan target wisman 1.000.000 orang sedangkan pada tahun 2019 target dari jumlah wisman mencapai 1,2 juta orang.

Argumen optimisme tersebut terkait dengan penetapan 4 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional – KSPN yaitu Borobudur, Dieng, Sangiran dan Karimunjawa. Meski demikian, harus juga dicermati adanya tahun politik dalam pileg dan pilpres 2019 karena bukan tidak mungkin tahun politik akan merembet ke iklim sospol sehingga berdampak negatif terhadap persepsian wait and see.

Bahkan, jika situasinya memanas akan bisa berubah menjadi wait and worry. Paling tidak, situasi ini ditandai dengan terpuruknya rupiah dan juga dampak perang dagang serta dagang perang yang cenderung terus memanas di era global. Artinya, ini tantangan bagi Ganjar – Gus Yasin untuk memetakan semua potensi pariwisata yang ada di Jawa Tengah.

Potensi

Salah satu potensi besar dari komitmen memacu pariwisata bagi penerimaan daerah dan devisa nasional adalah membangun desa wisata. Jawa Tengah pada era kepemimpinan Ganjar peridoe pertama telah mengembangkan potensi 4 desa wisata, pertama: Desa Wisata Kandri, di Keluarahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved