PKL Pilih Bertahan di Terminal Terboyo, Tagih Janji Lapak Sementara ke Dishub

Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Terminal Terboyo sampai saat ini masih bertahan di dalam terminal.

PKL Pilih Bertahan di Terminal Terboyo, Tagih Janji Lapak Sementara ke Dishub
tribunjateng/m zainal arifin
Proses penutupan Terminal Terboyo Kota Semarang yang dilakukan sejak Sabtu (1/9) lalu, masih menyisakan persoalan. Para pedagang yang berjualan di dalam area terminal tetap bertahan dan menolak direlokasi. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) Terminal Terboyo sampai saat ini masih bertahan di dalam terminal.

Mereka menagih janji Pemerintah Kota Semarang yang akan membangunkan lapak relokasi sementara di jalan masuk arah terminal.

Sekretaris Paguyuban Pedagang dan Jasa (PPJ) Unit Terminal Terboyo, Joko Abdul Hafid mengatakan, hingga saat ini para pedagang belum mendapat kepastian kapan pembangunan lapak sementara tersebut. Karenanya, para pedagang memilih bertahan meskipun terminal sudah diuruk.

"Kita saat ini sangat resah. Kita tidak bisa berjualan karena seluruh area terminal sudah diuruk. Sementara pembangunan bedeng (lapak sementara--red) belum dimulai," kata Joko kepada Tribun Jateng, Minggu (16/9/2018).

Joko mengungkapkan, pedagang yang masih bertahan di dalam terminal tersisa sebagian karena sebagian lagi sudah meninggalkan kios masing-masing. Alasannya, para pedagang belum mendapat tempat sementara untuk berjualan.

"Sejak ditutup pada 1 September sampai sekarang, tidak ada pembeli yang datang sehingga sebagian pedagang memilih tutup. Apalagi belum ada tempat berjualan yang baru," ucapnya.

Para pedagang bersama PPJ Unit Terminal Terboyo pernah melakukan audiensi dan mengadukan nasib mereka ke Pj Sekda dan DPRD Kota Semarang. Mereka kemudian dijanjikan dibuatkan lapak sementara di sekitar terminal.

Terkait hal itu, Joko mengungkapkan, Dishub Kota Semarang telah berencana memulai pembangunan lapak sementara untuk para pedagang Terminal Terboyo dan Pasar Banjardowo mulai Senin (17/9/2018) ini.

"Harapan kami, janji Kepala Dishub ditepati. Kami sudah tidak tahan dengan kondisi ini. Selama ini, kami menggantungkan hidup dari berjualan di terminal. Selain itu, kami berharap bisa segera menempati lapak sementara dan bisa untuk usaha lagi," harapnya.

Menurut Joko, seharusnya Pemkot Semarang sebelum melakukan pembongkaran terminal, terlebih dahulu memperhatikan lebih dari 200 pedagang yang menggantungkan hidupnya di Terminal Terboyo.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved