Polrestabes Semarang Lakukan Latihan Simulasi Pengamanan Pemilu 2019

Jajaran Polrestabes Semarang bersama TNI Kodim 0733 , dan Satpol PP Kota Semarang lakukan latihan simulasi pengamanan Pemilihan Presiden 2019

Polrestabes Semarang Lakukan Latihan Simulasi Pengamanan Pemilu 2019
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Polrestabes Semarang Lakukan Latihan Simulasi Pengamanan Pemilu 2019 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG-Jajaran Polrestabes Semarang bersama TNI Kodim 0733 , dan Satpol PP Kota Semarang lakukan latihan simulasi pengamanan Pemilihan Presiden 2019 di lapangan Bhayangkara Akedemi Kepolisian (AKPOL), Senin (17/9/2018)

Latihan simulasi yang dilaksanakan di dibuat mirip aslinya. Dimana skenario kerusuhan terjadi saat masa kampanye hingga pemungutan suara.

Kawat barikade juga dikeluarkan untuk menghalau massa. Selain itu Mobil water canon juga dikerahkan untuk membubarkan massa.

Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Hariyanto menuturkan latihan bersama ini merupakan simulasi untuk pengamanan Pemilu 2019 yakni pemilihan legislatif, dan pemilihan Presiden.

Sebelumnya perwira-perwira Polda Jateng juga diundang ke Mabes Polri untuk melihat, dan melaksanakan pelatihan.

"Selain itu besok kami lakukan rapat koordinasi lintas sektoral bersama TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah setelah melihat Simulasi pengamanan," ujarnya.

Selanjutnya, tanggal (19/9), pihaknya akan melaksanakan gelar pasukan di Simpang Lima. Kemudian tanggal (20/9) akan dilaksanakan operasi Mantap Praja Candi 2019.

"Tanggal 25/9 sudah penetapan calon. Tanggal 23/9 telah melaksanakan hari pertama kampanye," tuturnya.
Personel yang dilibatkan dalam latihan tersebut, kata dia, TNI Polri, Satpol PP, dan Pemadam kebakaran. Jumlah personel yang dilibatkan di Jawa Tengah sama seperti Pemilihan Gubernur yakni Polri sekitar 21 ribu personel, dan TNI 13 ribu personel.

"Nanti juga ada Linmas. Nanti jumlahnya lebih besar lagi karena menjaga TPS yang lebih banyak," jelasnya.

Menurut dia, pada skenario simulasi pengamanan yakni pengamanan masa kampanye, masa tenang, hingga rekapitulasi.

Dari latihan tersebut yang akan dikuatkan pada pengamanan yakni rangakaian pengawalan calon, dan tahapan pengamanan kegiatan Pilkada.

"Tahapan itu dari kampanye, masa tenang, pencoblosan, dan rekapitulisasi," jelasnya.

Ia mengatakan, potensi kerawanan terjadi di tahap yakni tahap kampanye, tahap masa tenang politik uang, dan masa pencoblosan ketidak puasan hasil penghitungan.

Kemudian permasalahan yang perlu diwasdapai berkaitan pemberitaan atau black campagain (kampanye hitam).(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved