Breaking News:

Tiga ASN Pemkot Salatiga Diberi Hukuman, Ada yang PTDH

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Salatiga Jumiarto menginformasikan, pemberhentian secara tidak hormat

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
tribunjateng/deni setiawan
Wali Kota Salatiga Yuliyanto 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Kali pertama di sepanjang tahun ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkungan Pemerintah Kota Salatiga memperoleh hukuman disiplin karena secara nyata melanggar ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010.

Hukuman tersebut pun secara resmi diterbitkan dan diserahkan oleh Wali Kota Salatiga Yuliyanto dalam apel di halaman Kantor Balai Kota Jalan Letjend Sukowati Nomor 51 Kota Salatiga, Senin (17/9/2018).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tribunjateng.com, Senin (17/9/2018), ada 3 pegawai negeri sipil (PNS) yang memperoleh hukuman tersebut. Ketiganya pun masing-masing dihukum sesuai pelanggaran yang diperbuat.

Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Salatiga Jumiarto menginformasikan, pemberhentian secara tidak hormat atas permintaan sendiri diberikan kepada PNS Pangkat IIIB Penata Muda Tingkat I yang bertugas di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Salatiga.

"Lalu 1 pegawai terpaksa diturunkan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun. Dan 1 pegawai lagi diberhentikan sementara waktu sebagai PNS. Untuk lama waktunya dan siapa saja mereka, mohon maaf kami tidak bisa menginformasikan," kata Jumiarto.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (17/9/2018), Jumiarto membeberkan, ada beberapa disiplin PNS yang semestinya dipatuhi. Di antaranya seperti disiplin waktu, kerja, tata kelola keuangan, hingga pencapaian kerja. Dimana semua itu terintegrasi dalam upaya perwujudan sebagai aparatur yang berintegritas.

"Kami terpaksa memberikan punishment tersebut sebagai komitmen pemerintah dalam menerapkan tata aturan. Jika ada yang melanggar tentu akan kami beri hukuman. Kalau yang menjalankannya secara baik, kami berikan reward," tutur Yuliyanto.

Dia pun mempertegas, kepada siapapun pegawai di lingkungan pemerintahannya, tidak akan pernah segan dan tanpa pilah-pilah memberikan hukuman atau menegakkan aturan kedisiplinan secara tegas.

"Itu kali pertama di tahun ini. Sejauh ini hukuman yang ringan dan beberapa kali kami berikan adalah penundaan kenaikan pangkat. Tapi jika hingga pemberhentian tidak hormat maupun penurunan pangkat baru kali ini," tukasnya.

Yuliyanto menambahkan, ketiga pegawai tersebut dihukum secara umum dikarenakan mereka tidak disiplin menjalankan kinerjanya. Apabila dikonkretkan lagi yakni tidak masuk beberapa hari tanpa ada keterangan yang jelas.

"Agar 'penyakit' itu tidak menyebar ke pegawai lain, kami beri hukuman secara tegas. Dan harapannya tidak ada pegawai lagi yang berbuat seperti itu, tidak terulang kembali. Kami terus terang prihatin tetapi kami harus tegakkan aturan," tandasnya.

Terakhir, dia pun berharap, dalam menilai kinerja para ASN Lingkungan Pemkot Salatiga tidak sekadar dari dalam. Tetapi diharapkan ada partisipasi masyarakat Salatiga. Pihaknya siap menerima masukan atau pandangan terhadap kinerja para pegawainya.

"Silakan berpartisipasi aktif. Berikan masukan, kritikan, maupun lainnya kepada kami. Jika kinerja kami masih ada yang kurang, pegawainya yang kurang optimal berikan layanan, sampaikan saja kepada kami. Ini sekaligus sebagai bagian evaluasi dan pasti akan kami tindaklanjuti," pintanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved