VIDEO : Penelusuran TKP Pembunuhan Ninin di Sunan Kuning (SK) Semarang

Fakta terbaru, soal korban pembunuhan, Ayu Sinar Agustin, atau Ninin (23) warga Kendal, itu, disebutkan oleh beberapa tetangga Wisma Mr Classic.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Fakta terbaru, soal korban pembunuhan, Ayu Sinar Agustin, atau Ninin (23) warga Kendal, itu, disebutkan oleh beberapa tetangga Wisma Mr Classic, Komplek Argorejo, Gang 3 RT 3 RW 4 Kalibanteng Kulon Barat, Sunan Kuning, Semarang.

Sebut saja Dimas (bukan nama sebenarnya) mengaku, sejak Ninin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, wisma tersebut ditutup sementara oleh petugas kepolisian.

"Iya, tutup sejak kejadian Ninin ditemukan, bahkan petugas kepolisian juga masih mondar mandir di wisma itu, hari ini, tadi pagi petugas kepolisian datang kembali," ujarnya, Minggu (16/9/2018).

Selain itu, Dimas juga mengungkapkan, jika usai kejadian Ninin ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, komplek lokalisasi itu tetap ramai dikunjungi.

"Tidak berpengaruh, tetap ramai, semalam saja ramai sekali, jadi tidak berpengaruh usai kejadian Ninin ditemukakan tewas, terutama untuk gang 3 ini, tetap melayani tamu, dan masih banyak tamu yang datang," beber Dimas, yang wismanya berada di depan Wisma Mr Classic.

Adapun juga dikatakan Roni (bukan nama sebenarnya) juga mengaku, tempat wismanya masih tetap ramai dikunjungi para tamu pencari hiburan malam.

"Masih ramai, dan tetap ada tamu yang datang. Kalo Ninin saya belum kenal saya juga baru dua bulan di tempat ini," katanya, yang tengah duduk di wisma kiri Wisma Mr Classic itu.

Sedangkan sosok Ninin, diungkapkan salah satu tetangga Ninin, Dewi (bukan nama sebenarnya), jika Ninin merupakan sosok yang baik dan ramah, serta periang.

"Ninin anaknya baik, dan periang, dia sering makan di warung makan saya ini, hampir setiap hari, pagi sampai malam, dan dia juga sering bercerita soal putrinya semata wayangnya kepada saya," ungkap warga yang sejak kecil sudah tinggal di lingkungan itu sejak ia kecil.

Dewi bahkan juga bercerita, Ninin yanh sudah tiga tahun tinggal di wisma dan bekerja sebagai wanita penghibur itu, adalah sosok yang baik kepada teman-temannya.

"Dia sering traktir teman-temannya disini, sembari bercerita soal putrinya yang tinggal di Kendal, san sesekali dibawa ke sini. Dia bekerja seperti ini, karena dia mengaku, tidak punya pilihan lain, dan jalan ini satu-satunya sebagai penopang hidupnya dengan putrinya," jelasnya. (*)

Penulis: hesty imaniar
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved