Gerobak Hibah dari Pemkot Solo Harus Dipakai Sendiri, Tak Boleh Dipindahtangankan

Pemkot Solo telah memberikan gerobak untuk sejumlah pedagang kaki lima (pkl) di Solo.

Gerobak Hibah dari Pemkot Solo Harus Dipakai Sendiri, Tak Boleh Dipindahtangankan
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Gerobak Es Kapal di depan Museum Keris Nusantara, Solo, Jumat (23/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo telah memberikan bantuan gerobak pada sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di Solo.

Meski begitu, Pemkot mengimbau agar gerobak hibah harus dipakai sendiri oleh pedagang yang menerimanya. Artinya tak dipindahtangankan.

Hal tersebut diungkapkan Kabid PKL Dinas Perdagangan Solo, Didik Anggono, Selasa (18/9/2018).

Ia pun mewanti-wanti, jika nantinya gerobak bisa ditarik lagi oleh Pemkot Solo bila pedagang penerima bantuan melanggar aturan yang ditetapkan.

Di antaranya gerobak harus dimanfaatkan sendiri, tak dipindahtangankan bahkan dijual, serta penggunaan gerobak tak boleh mengganggu kepentingan umum.

"Pedagang yang memohon bantuan juga harus benar-benar berjualan setiap hari, serta berada di lokasi berjualan yang sesuai aturan," papar dia.

Agar aturan tersebut berjalan dengan maksimal, pihaknya menerjunkan petugas yang selalu memantau alamat usaha dan jenis jualan pedagang yang menerima gerobak hibah Pemkot Solo.

"Kalau tidak dipakai, mangkrak, atau membuat kumuh, kami akan menegur pedagang. Bila perlu menarik kembali bantuan tersebut," ujar Didik.

Ia pun mengungkapkan, sejak 2018 ini Pemkot telah menghibahkan 61 unit gerobak untuk PKL di Solo.

Menurut Didik, pemberian gerobak menjadi upaya Pemkot Solo menata PKL di Kota Bengawan.

Sejumlah cara, papar dia, memang dilakukan Pemkot Solo untuk menata PKL. Selain pemberian gerobak, cara lain yang ditempuh Pemkot adalah pemberian tenda dan relokasi ke pasar tradisional.

"Kami memberi gerobak kepada PKL yang sudah mengajukan permohonan kepada pemkot. Para pedagang juga harus melewati survei dan verifikasi lapangan terlebih dahulu, guna menentukan cocok tidaknya usaha mereka dibantu gerobak," urai dia.

Lebih jauh ia mengungkapkan, ada 300 lebih pemohon hibah gerobak diterima Pemkot Solo.

"Antrean wajar karena seleksi dan verifikasi membutuhkan waktu," jelasnya. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved