Musim Kemarau

Kemarau Panjang, Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Air Bersih di Sembilan Kecamatan

Kemarau Panjang, Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Air Bersih di Sembilan Kecamatan

Kemarau Panjang, Pemkab Semarang Salurkan Bantuan Air Bersih  di Sembilan Kecamatan
tribunjateng/amanda
Penyaluran air bersih dilakukan oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha di Dusun Jatirejo, Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Selasa (18/9/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Penyaluran air bersih dilakukan oleh Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha di Dusun Jatirejo, Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang pada Selasa (18/92018) siang.

Penyaluran air bersih tersebut dilakukan akibat musim kemarau panjang dan diberikan pada sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Semarang.

Sembilan kecamatan tersebut mendapatkan bantuan 376 tangki air bersih.

Tiap tangki menampung 5 ribu liter air bersih.

Sementara itu permintaan kebutuhan air bersih oleh masyarakat sebanyak 400 tangki.

Ngesti Nugraha mengatakan bahwa kekeringan merupakan fenomena tahunan yang dialami Kabupaten Semarang.

Daerah yang kerap mengalami kekeringan yakni Kecamatan Jambu, Sumowono, Pringapus, Suruh, Getasan, Ungaran Timur, Bancak, dan Bringin.

"Musim kemarau pada tahun ini (2018) ini cukup panjang dan mengakibatkan banyak daerah mengalami kekeringan," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, Pemerintah Kabupaten Semarang menyalurkan anggaran melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang dan bantuan dari pamsimas.

Selain mengandalkan anggaran, Pemerintah Kabupaten Semarang juga menggandeng sejumlah perusahaan yang berada di wilayahnya untuk membantu penyaluran air bersih melalui program corporate social responsibility (CSR).

Ketika ditanya adakan rencana Pemerintah Kabupaten Semarang untuk menanggulangi masalah kekeringan yang menjadi agenda tahunan, Ngesti mengatakan pihaknya tengah mengajukan rehabilitasi sarana dan prasarana pengairan melalui BPBD Kabupaten Semarang, revitalisasi sarana dan prasarana air minum dan pengeboran sumur melalui program Dana Desa, dan mengajukan pamsimas melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Sementara itu, Winda Ratri selaku forecaster on duty dari Stasiun Klimatologi Semarang menyatakan musim hujan di Kabupaten Semarang akan terjadi sekitar awal November 2018.

Pihaknya mengimbau pada masyarakat saat masa transisi dari musim kemarau dan musim hujan untuk mewaspadai adanya potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

"Selain hujan, masa transisi ini juga disertai petir dan angin kencang atau angin puting beliung," pesan Winda ketika dihubungi Tribun Jateng. (*)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved