Kepala Dusun di Kabupaten Semarang Ini Dukung Para Pemuda Populerkan Kopi Khas Daerah

Dari ide mereka setidaknya menjadi wujud konkret kepedulian terhadap perkembangan tanah kelahirannya.

Kepala Dusun di Kabupaten Semarang Ini Dukung Para Pemuda Populerkan Kopi Khas Daerah
TRIBUN JATENG/DENI SETIAWAN
Pengelola Hillside Cafe sedang menyiapkan sajian kopi lokal Dusun Gertas Desa Brongkol Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, Senin (17/9/2018) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tanpa berpikir cukup panjang Sukarmin Haryoko, Kepala Dusun (Kadus) Gertas Desa Brongkol Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang, mengamini ide para pemuda dan petani kopi yang tergabung dalam Kelompok Tani Karya Bhakti I dalam mendirikan kedai kopi bernama Hillside Cafe.

“Ini adalah kegiatan positif dan tujuan baik, yang harus didukung. Dan kami harus akui apabila ide-ide mereka kini semakin liar. Hanya saja belum atau kurang mengetahui eksekusinya. Itu mengapa pula kami coba bantu memfasilitasi untuk merealisasikan ide para pemuda tersebut,” kata Sukarmin.

Kepada Tribunjateng.com, Senin (17/9/2018) petang, dia mengutarakan kebanggaannya ketika para pemuda di dusunnya semakin banyak yang tergerak untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Dari ide mereka setidaknya pula menjadi wujud konkret kepedulian terhadap perkembangan tanah kelahirannya.

“Di dusun kami selama ini memang memiliki potensi komoditas tanaman kopi. Mayoritas penduduk kami yang jumlahnya sekitar 168 kepala keluarga (KK) tersebut sebagai petani kopi. Untuk pengelolaan tanaman kopi, mulai digarap serius sejak 2011 silam,” terangnya.

Baca: Hillside Cafe Jadi Tempat Baru Bagi Para Pecinta Kopi di Kabupaten Semarang

Namun, lanjutnya, para petani kopi sebelumnya sekadar menanam, merawat, memanen, dan menjual hasil panen biji kopi tersebut atau sekadar produk setengah jadi.

Dari penjualan pun belum terkelola secara baik, masih bersifat individu.

“Itu mengapa kami coba menggerakkan masyarakat di sini untuk bersama-sama merintisnya yakni melalui pengolahan hasil kopi robusta mereka. Kami berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk ikut serta membantu merintisnya. Dan bersyukur, secara berlahan kami kini bisa membuktikannya,” terangnya.

Dia menerangkan, setidaknya kini sudah ada 2 spot hasil pemberdayaan masyarakat setempat yang bisa dikunjungi para wisatawan.

Yakni Gardu Pandang Puncak Gunung Kelir yang telah dirintis sejak akhir 2016 silam dan kedai kopi Hillside Cafe Dusun Gertas.

“Lambat laun pun semakin dikenal dan tentunya ke depan akan semakin diperluas atau dikembangkan. Setidaknya dari kedua hal tersebut, dapat menjadi bagian aktivitas masyarakat setempat, khususnya para pemuda,” tuturnya.

Dari semula para pemuda, ucapnya, hanya sekadar wira-wiri (luntang-lantung) yang berpotensi ke kegiatan negatif, kini mereka saling bergotong royong mengembangkan dusunnya melalui ide, kreasi, maupun inovasinya.

“Kami bahkan bersama pihak kecamatan akan melaksanakan festival kopi. Dimana konsepnya adalah cinta produk lokal. Kopi yang dikembangkan adalah murni produk lokal. Termasuk juga produk-produk potensial lainnya. Rencana dilaksanakan pada Oktober 2018, bertepatan Hari Sumpah Pemuda,” beber Sukarmin. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved